Jalan di Tempat
Saya tidak suka tema Aku Dulu vs Aku Sekarang di Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Maret ini! Makanya nih sampai satu setengah jam menjelang deadline, draft post saya masih belum beres juga.
Idealnya kan kalau kita membahas Aku Dulu vs Aku Sekarang itu, kita akan membahas perubahan ke arah yang positif. Seperti kata James Clear dalam bukunya Atomic Habits, jika kita bisa 1% saja lebih baik setiap hari dalam setahun, maka kita akan menjadi 37 kali lebih baik di akhir tahun. Jadi 1,01 pangkat 265 itu beneran hasilnya 37,78 loh!
Itu teorinya. Masalahnya, hal itu tidak terjadi sama saya.
Tema tantangan kali ini, menampar saya terlalu keras. Menyadarkan kalau saya masih belum kemana-mana alias jalan di tempat. Tidak ada tu 37 kali lebih baik dari tahun lalu. Bahkan saya lupa kapan terakhir kali saya sadar berhasil mencapai target tertentu, selain masuk & lulus ITB, lulus IATSS Forum, menikah dan diberi amanah anak-anak yang luar biasa.
Dari tahun ke tahun, rasanya tidak ada yang berubah signifikan. Semua berjalan stabil, aman, damai, sentosa. Anak-anak tumbuh besar dari satu jenjang ke jenjang berikutnya, penghasilan suami bertambah sesuai kebutuhan, KPR lunas, to do list di ceklist satu demi satu. Dan waktu pun berlalu begitu saja tanpa terasa.
Alhamdulillah tentu saja. Sayangnya kok ya tidak ada pencapaian berarti ya? Salahnya dimana ini ya?
Resolusi tahunan masih sama saja dari 20 tahun yang lalu. Tidak jauh-jauh dari target memiliki kebiasaan hidup sehat dengan makan teratur, olahraga, cukup minum air putih, tidur berkualitas sehingga Berat Badan bisa bertambah dan bugar. Ketika orang lain pamer dengan berat badannya yang bertambah seiring usia, saya masih mentok segini-segini saja.
Juga selalu ada resolusi ingin sholat awal waktu dan lebih khusyu dalam beribadah. Yang terjadi malah, sholat selalu diakhirkan. Lah bagian minta rezeki aja pengennya cepat-cepat, bagian ibadah malah disimpan di prioritas terakhir. Astagfirullahalazim, hamba model apa sih ini!
Bahkan hobi menulis yang jelas-jelas saya suka saja, masih belum bisa memberikan perubahan yang berarti. Hobi menulis sebenarnya sudah saya miliki sejak kuliah. Sejak saya sadar akan kemampuan diri kalau tidak bisa mengandalkan ilmu arsitektur untuk mencari segenggam berlian, saya jadi suka menulis.
Sepertinya takdir membawa saya kuliah di Arsitektur ITB sekedar jadi jalan punya suami arsitek dan punya anak yang kuliah di ITB saja.
Saya menemukan kebahagiaan dengan menulis dan membaca. Jadi wajar dong kalau saya berharap bisa menulis blog dengan rutin, bisa berprestasi dan menang lomba menulis, punya buku yang dipajang di rak best seller di toko buku, sampai bisa berpenghasilan dari menulis.
Kenyataannya, sampai hari ini saya masih konsisten berada di tim deadliner setoran tantangan MGN. Tidak ada kemajuan yang berarti sejak saya mengikuti Tantangan MGN pertama kali di bulan Februari 2021. Lima tahun dan masih belum berubah ke arah yang lebih baik.
Sedih nggak sih?
Mestinya kan dari waktu ke waktu itu kita itu tumbuh dan bertambah ke arah lebih baik. Nambah kebiasaan baik, nambah prestasi, nambah pundi-pundi berlian, nambah ilmu, nambah teman, nambah amal, nambah karya, bahkan nambah bijak & nrimo terhadap hidup.
Eh tapi dipikir-pikir lagi ya, di beberapa menit menjelang deadline ini, bisa jadi ini adalah tema yang paling menarik sih. Karena bisa membantu saya mengingat kembali perjalanan hidup saya. Kalau dari Aku Dulu vs aku Sekarang belum berubah, mudah-mudahan Aku Sekarang vs Aku di Masa depan bisa berubah menjadi lebih baik.
Lebih banyak kebiasaan baiknya, lebih banyak tulisan bermutunya di blog, lebih banyak karyanya, lebih banyak prestasinya, lebih banyak baca bukunya, lebih banyak ilmunya, lebih banyak duitnya, lebih banyak jaringannya, dan tentu saja tidak ketinggalan lebih banyak amalnya ya.
Insya Allah… Bantu doakan biar kita semua sama-sama bisa lebih baik di masa depan ya.
.jpg)
.jpg)

Posting Komentar untuk "Jalan di Tempat"
Posting Komentar