Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perlukah Menulis Blog Post Setiap Hari?

menulis blog post setiap hari

Kemampuan untuk menulis blog post setiap hari sebenarnya bukan gue banget. Memang kepengen sih, tapi rasanya belum menemukan alasan yang kuat juga untuk merasa perlu melakukannya. Atau mungkin lebih tepatnya, belum tahu bagaimana cara melakukannya. 

Selama ini saya selalu salut sama orang-orang yang bisa punya komitmen harian pada sesuatu. Terlebih kalau itu bentuknya berbagi konten yang dilakukan secara perorangan. Bukan oleh tim untuk sebuah perusahaan ya.

Seperti Gretchen Rubin, blogger dan podcaster yang selama bertahun-tahun rutin menulis 6 post per minggu di blognya gretchenrubin.com. Ia mengaku menulis setiap hari sebenarnya, walau itu hanya 1 kalimat. 

Gretchen ini juga menghasilkan 5 buku New York Times bestseller: Outer Order, Inner Calm (2019) , The Four Tendencies (2017), Better than Before (2015), Happier at Home (2012), dan The Happiness Project (2009). 

Austin Kleon penulis buku New York Times bestseller Steal Like an Artist (2012), Show Your Work (2014), dan Keep Going (2019) juga blogger yang rutin menulis di blognya austinkleon.com. Di Feedly saya, kelihatan ia post 5 artikel per minggu. 

Dari kalangan pembuat video kita kenal Atta Halilintar Nusseir Yassin yang rutin post video 1 menitannya di FB Nas Daily selama 1000 hari. Mulai dari 10 April 2016 hingga 5 Januari 2019. Beneran tiap hari nih. Mana kontennya bener-bener daging lagi. Inspiratif dan sangat membuka wawasan. 

Beberapa penulis lain tidak melihat ada perlunya menulis rutin setiap hari di blog. Seminggu 2 atau 3 kali sudah cukup. Seperti James Clear penulis Atomic Habits yang menulis rutin di blognya seminggu dua kali. Kalau Mark Manson penulis Seni Bersikap Masa Bodo Amat, malah lebih jarang-jarang lagi. Paling 1 bulan 2 kali. Padahal dia memberikan langganan berbayar untuk blognya markmanson.net.

Saya sendiri sejak awal bulan ini bisa bertahan menulis rutin hingga 9 hari berturut-turut. Ini hal yang luar biasa buat seorang Shanty yang biasanya menulis blog hanya sebulan sekali mengejar target tantangan dari Mamah Gajah Ngeblog

Kesambet apa Shan pengen menulis blog rutin?

Seperti kata Dee Lestari dalam bukunya Di Balik Tirai Aroma Karsa, setelah selama ini saya hanya menulis sebagai rutinitas ringan, saya perlu tantangan lebih. Saya perlu memaksakan diri untuk ikut pertandingan dengan menantang diri sendiri membagi tulisan di blog setiap hari.

Selama 9 hari ini, saya memang belajar sangat banyak karena memaksakan diri. Tapi lumayan ngos-ngosan juga karena kemampuan menulis saya yang sangat lambat. Bisa jadi efek lama tidak dilatih. 

Godaan untuk tidak perlu melakukan ini mulai muncul. Ngapain juga menulis banyak-banyak tapi encer. Apa gunanya? Kenapa saya tidak sesekali kembali menulis rutin biasa saja. Tidak perlu dibuat konten yang dipublish. Biarlah yang dipublish cukup 2-3 post per minggu saja. Nggak usah berlebihan dan menyiksa diri.

Tapi ide menulis ini bisa sangat banyak memenuhi kepala. Walau bisa jadi kadang idenya receh saja. Dan saya mulai kembali tergoda untuk menyimpannya hanya sebagai draft saja. Kalau diikuti, kejadiannya saya akan kembali tidak menulis.

Mungkin benar kata Gretchen Rubin dalam bukunya Better than Before, bahwa kebiasaan rutin itu memudahkan kita untuk tidak perlu mengambil keputusan yang kadang melelahkan. 

Apakah saya harus menulis atau tidak hari ini?

Dengan kebiasaan, pertanyaan itu bisa dihindari. Cukup menjadi, saya menulis hari ini! Menulis apanya, tinggal buka catatan ide. 

Nah itu dia, salah satu alasan kenapa perlu menulis setiap hari di blog. Karena ini akan menjadi kesempatan bagus untuk membuat kita belajar banyak setiap hari. Mulai dari belajar menulis cepat, menyiapkan outline tulisan, membuat riset, membuat infografis, bahkan nanti sampai ke optimasi media sosial. 

Kalau nyantai dengan menulis seminggu atau sebulan sekali, bisa berharap apa? Setiap kali mulai menulis akan perlu banyak waktu untuk memanaskan mesin dulu kalau seperti itu.

Memang sih lelah banget yang saya rasakan dalam beberapa hari ini. Tapi bukankah kesuksesan akan terasa lebih manis setelah dibayar dengan kerja keras? Ya...bertahan saja dulu sambil mencoba untuk bersabar dan menikmati proses ini. 

Alasan mengapa perlu menulis blogpost setiap hari

Berikut beberapa alasan yang bisa saya kumpulkan setelah beberapa hari ini mencoba untuk rutin menulis:

#1 Kebutuhan untuk belajar

Semakin banyak latihan, tentunya akan semakin baik. Terutama untuk pemula yang perlu banyak praktek menulis. Kuantitas itu penting!

#2 Kebutuhan berbagi isi kepala

#3 Kebutuhan menyimpan kenangan

#4 Kebutuhan algoritma sosial media

Semakin sering berkontribusi, tentunya akan lebih diperhatikan oleh Google dibandingkan yang jarang-jarang setor muka.

#5 Kebutuhan melatih kebiasaan rutin

#6 Kebutuhan identitas dan branding diri sebagai blogger

#7 Kebutuhan mengumpulkan portfolio tulisan

Tu kan...banyak juga ternyata alasan kenapa perlu menulis blog post setiap hari. Tinggal belajar dengan lebih cerdas agar bisa mengatur waktu memenuhi target harian ini. Ala bisa karena biasa.

Jadi maafkan saya ya teman-teman, kalau sesekali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan curhat sederhana demi mempertahankan konsistensi. Maklum masih belajar untuk menyusun strategi menghasilkan tulisan yang layak dibaca orang lain setiap hari. 



(770 kata)
Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

1 komentar untuk "Perlukah Menulis Blog Post Setiap Hari?"

  1. menulis blogpost tiap hari itu memang terkadang jadi berat kalau mau nulis yang panjang dan lengkap, tapi juga menyenangkan kalau bisa selesai tanpa harus berlama-lama di draft hehehe.. ayo mbak, kalaupun ga jadi 1 post per hari, tapi tetap diteruskan semua draft yang masih menunggu diselesaikan

    BalasHapus