Beratnya Konsisten Menulis

 

konsisten menulis

Ternyata tebakan teman blogging saya di awal tahun ini benar sekali. “Teh Shanty paling rajin menulisnya hanya di awal saja,” komentarnya setelah melihat saya beberapa hari semangat mengisi blog. Bener saja, saya hanya sanggup bisa menulis blog hanya 5 hari pertama. Lalu bolong. Lanjut lagi di tanggal 11. Dan…. waktu berlalu cepat dengan begitu banyak distraksi kegiatan-kegiatan offline yang menyita waktu. Sampai hari ini… baru menulis lagi.

Kenapa?

Karena hari ini adalah hari pertama dimulainya Kelas Literasi Ibu Profesional 2026 Semester 1. Sebuah komunitas menulis yang saya inisiasi pada tahun 2016 bersama teman-teman di komunitas Ibu Profesional, dengan semangat ingin bisa konsisten menulis bersama. Siapa tahu kalau ramai-ramai lebih baik daripada berjuang sendirian. Ya nggak sih?

Faktanya tidak juga sih. Teman-teman yang lain banyak yang bisa lebih cepat kemajuan konsistensi menulis dan meningkat kualitas menulisnya. Sementara saya kok ya rasanya masih jalan di tempat saja. Kadang frustasi juga sih. 

Ini beneran saya suka menulis atau nggak sih? Kenapa selalu lebih mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang malah tidak ada hubungannya dengan menulis? Salahnya dimana coba? Masa sih sekedar kurang niat saja? 

Tapi ya, kalau saya pikir lagi pelan-pelan, ini bukan sekedar masalah kurang niat sih. Lebih ke ‘brain rot’ efek kecanduan sosial media. Serius deh, ini penyakit kronis yang sebenarnya penyebarannya bisa jadi lebih parah daripada Covid 19 deh. Pendeknya rentang fokus membuat saya jadi mudah bosan dalam melakukan sesuatu berlama-lama. 

Padahal sebenarnya untuk bisa menghasilkan sebuah karya, apakah itu tulisan atau pekerjaan tertentu, membutuhkan waktu yang cukup. Kreativitas membutuhkan fokus. Lah bagaimana mau kreatif kalau tiap beberapa menit tergoda untuk memegang ponsel mengecek WA. Kaya yang nggak bisa ditahan aja gitu. Nggak asyik banget kan ya?

Tapi saya senang sih hari ini adalah hari pertama setoran KLIP. Sebagai seorang opener sejati yang sangat suka dengan permulaan, semangat awal itu selalu bisa memberi energi lebih. Malam ini saya kembali bisa memaksakan diri untuk menulis. 

Tidak masalah kalau mungkin hanya untuk 5 hari ke depan. Setidaknya hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk kembali menulis. Walau hanya kurang dari 30 menit saja. 

Yuk ah… banyak yang perlu ditulis. Karena menulis itu pada dasarnya menenangkan dan menyenangkan. 


Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Posting Komentar untuk "Beratnya Konsisten Menulis"