JANGAN MENGELUH! SALAH SATU NASEHAT TERBAIK YANG PERNAH SAYA DAPAT

Selasa, November 06, 2018
Nasehat Jangan Mengeluh


Saya ini pada dasarnya orang yang cengeng. Inginnya segala sesuatu berjalan halus mulus tanpa rintangan. Kalau ada yang tidak sesuai dengan yang diharapkan maka seringkali saya mengeluh. 

Badan lelah, nggak punya uang, tulisan belum beres, nggak tahu mau masak apa, bisa jadi keluhan yang dengan mudah keluar dari mulut saya. Terkadang keluhan tidak harus selalu terucap dari mulut. Banyak juga keluhan yang dipendam di hati atau bahkan di atas kertas. 

Sebenarnya ini sama saja kalau menurut saya. Karena rasanya sama-sama tidak enak. Tidak berarti ketika kita tidak mengeluarkan keluhan lewat mulut, maka semuanya akan menjadi baik-baik saja. Bahkan keluhan yang dipendam itu konon malah merusak lebih parah.

Hingga pada suatu hari saat saya sedang ngobrol-ngobrol dengan Papa saya via telpon, kami membahas mengenai mengeluh ini. 

Papa saya bilang, “Nggak perlu mengeluh, karena itu bisa jadi doa.”

Semakin kita mengeluh, maka kita akan semakin tidak bisa lepas dari masalah itu.

“Ah masa sih Pa? Kita mengeluh kan untuk berusaha mencari solusi? Kita butuh sudut pandang lain,” bantah saya.

Menurut Papa saya, saat mengeluh itu artinya kita tidak mensyukuri apa yang diberikan Allah pada kita. Itu yang nggak baik. Kita seperti tidak bisa melihat sisi baik dari sesuatu dan mulai mendikte Tuhan dengan keinginan otak kita yang terbatas.

Papa saya mengingatkan bagaimana keluarga kami melalui berbagai kondisi tanpa perlu mengeluh. 

Kami pernah lama terpuruk di tinggal di kota kecil selama bertahun-tahun, pernah nggak punya kendaraan sehingga papa saya ke kantor hanya naik becak (padahal jabatannya sudah cukup tinggi), pernah kami harus pinjam uang ketika harus daftar ke ITB (padahal uang masuknya hanya 350 ribu), pernah tidak pernah punya rumah sendiri untuk jangka waktu yang lama, dan lain-lain. 

Tapi papa saya biasa-biasa saja tuh menghadapinya. Nggak perlu pakai mengeluh. Akhirnya semua berlalu juga ketika tiba saatnya.  

Penjelasan Papa saya ini, mengingatkan saya pada salah satu hikmah Al Hikam, sebuah kitab klasik tasawuf yang ditulis oleh Ibnu Attaillah pada tahun 1200-an. 
“Andaikan tidak ada lapangan perjuangan melawan hawa nafsu, pasti tidak dapat terbukti perjalanan orang-orang yang menuju Allah.”

Dalam salah satu penjelasan hikmah disebutkan mengenai perkataan Syehk Abu Utsman r.a: 

“Engkau tidak akan menjadi sempurna hingga engkau bisa berlaku sama dalam berbagai kondisi. Pertama, dalam keadaan kekurangan. 
Kedua, dalam keadaan cukup. 
Ketiga, dalam keadaan mulia. 
Dan keempat, dalam keadaan hina.” 

Jadi sebenarnya tidak ada yang bisa dikeluhkan dalam hidup ini. Semuanya hakikatnya sama saja. Sebuah karunia dari Allah untuk kita jadikan jalan untuk mendekatkan diri kepada Ilahi.

Mengeluh ini itu, sama saja artinya dengan tidak bisa menyukuri nikmat Allah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmatku, maka pasti adzab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim 14:7)

Kayanya sekarang saya jadi paham mengapa mengeluh memang bukan solusi yang tepat dari masalah. Bahkan hanya akan menambah masalah. 

Nasehat Jangan Mengeluh

Apa bedanya mengeluh dan usaha mencari solusi?

Kalau menurut saya, mengeluh itu tidak jelas tujuannya. Sekedar pengen curhat saja. Berbeda dengan usaha mencari solusi. 

Contohnya begini. Misalnya seorang ibu yang mengeluh kelelahan mengurus rumah. Kemudian mengomel ke anak-anaknya, mengomel ke suaminya. Ini masuk kategori mengeluh yang tidak akan ada gunanya. 

Tapi si ibu bisa berusaha mencari solusinya dengan mendiskusikan dengan keluarga. Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban pekerjaan seorang ibu? Apakah suaminya bisa membantu mencarikan ART? Apakah anak-anak bisa membantu pekerjaan rumah? Apakah si ibu bisa belajar melakukan pekerjaan rumah tangga dengan lebih efisien sehingga tidak terlalu melelahkan? 

Jadi bukan berarti juga tidak mengeluh membuat si ibu harus memendam sendiri masalah kelelahannya. 

Contoh kasus lain misalnya ketika ada masalah rumah tangga. Duh ya, ini yang paling tabu untuk dikeluhkan ke sembarangan orang. Saya terus terang sangat risih kalau baca status mengenai keluhan masalah rumah tangga seseorang. Ini sih jelas bukan mau cari solusi, tapi malah membuka aib sendiri. 

Banyak masalah rumah tangga yang memang tidak boleh juga dipendam sendiri seperti KDRT atau sejenisnya. Namun bukan berarti hal tersebut perlu disampaikan kepada sejumlah orang yang sebenarnya tidak kompeten mengenai masalah tersebut. Saya pikir langsung menghubungi pihak berwenang bisa jadi lebih tepat untuk masalah KDRT.

Pada dasarnya hidup ini adalah ujian. Kita perlu melalui satu demi satu tantangan hidup kita dengan optimisme bahwa setiap kesulitan pasti akan ada solusinya. Kita perlu belajar ikhlas dan penuh syukur atas setiap kehendak Allah pada diri kita. 

Tidak mengeluh, adalah sebuah nasehat terbaik yang pernah saya terima. Terima kasih Papa!


#ODOPNovemberChallenge
680 kata - 1 jam

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.