Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Orang Tua Rela Menyuap Demi Anak (bagian 2)

operation varsity blues

Mari kita lanjutkan cerita mengenai skandal penerimaan mahasiswa terbesar di Amerika yang diangkat dalam film dokumenter Operation Varsity Blues yang tayang di Netflix. Bagian pertama bisa dibaca di post Mengapa Orang Tua Rela Menyuap Demi Anak.

Apakah Para Orang Tua  Tidak Takut Ketahuan?

Ketika kita melakukan hal curang, apakah kita tidak takut ketahuan? Menyuap untuk bisa masuk sekolah dengan tidak jalur resmi, walau banyak dilakukan orang lain, tidak berarti hal itu legal ya. 

Begitu ketahuan dan aturan ditetapkan, ya sudah tamat semua! Maksud hati bisa pamer punya anak pintar yang bisa masuk sekolah terbaik, eh malah harus menanggung malu ketika semua orang tahu bahwa semua itu bohongan belaka.

Dari hasil sadapan telepon antara Rick Singer dan para orang tua, ketakutan itu memang disampaikan oleh para orang tua yang super kaya raya ini.

“Apakah ini tidak akan ketahuan?”

“Apakah anak saya akan tahu?”

“Yakin jalur ini aman?”

Dengan sangat meyakinkan Singer menenangkan para orang tua bahwa ia telah sukses mengantarkan 700 orang lebih melalui jalur ini. Dan selama 24 tahun  ini selalu aman-aman saja kok. 

Rick Singer
Branding Rick Singer di salah satu websitenya. 

Beneran miris sih mendengar konspirasi ini. Ada orang tua yang merasa anaknya sebenarnya cukup pintar dan tidak memerlukan masuk dengan cara menyogok seperti ini. Cuma si Mama ini nggak PD. Anak pertamanya sukses masuk USC dengan bantuan Singer. Untuk anak kedua, ia ingin kepastian itu juga. Tapi ia perlu menyembunyikan hal ini dari si anak.

“Nanti gimana kalau dia nanya kenapa harus ujian di kelas khusus? Dia ini beda sama kakaknya. Dia pintar dan beneran belajar. Dia pasti curiga.”

“Kamu tidak perlu bilang apa-apa. Sampaikan saja kalau itu lebih nyaman buatmu,” jelas Singer. 

Kebayang nggak sih, rekaman ini didengar si anak. Bagaimana orang tuanya sendiri meragukan kemampuannya. 

Atau ada juga yang menanyakan bagaimana bisa masuk sebagai atlet kalau si anak nggak pernah melakukan olahraga tersebut? 

“Tenang saja, nanti pelatihnya juga tahu dan tidak akan diminta untuk latihan.” Jadi memang itu hanya akan menjadi formalitas di atas kertas.

Wow banget nggak sih! Dan ini terjadi untuk universitas kelas dunia loh. Bukan sekedar untuk masuk SMA negeri favorit level provinsi di sebuah negara berkembang.

Rick Singer yang telah menerima uang dari para orang tua melalui yayasannya, lalu menyumbangkan sejumlah uang ke universitas. Nama anak tersebut diberikan di bawah tangan melalui para pelatih atau langsung ke direktur pelatih. Orang-orang dalam ini yang nantinya akan meloloskan nama si anak ke bagian penerimaan. 

Pokoknya nanti tahu beres, nama anak tersebut akan diterima sebagai mahasiswa. Bersih, tanpa ada bukti tertulis. Sekolah hanya tahu dapat donasi dari yayasan Rick Singer.

kecurangan tes
Rick Singer akan mengatur agar hasil tes sempurna.

Mengapa Akhirnya Bisa Terbongkar?

Tapi masa sih praktek seperti ini tidak ada yang curiga? Kecurigaan mulai datang dari berbagai pihak. Salah satunya pembimbing sekolah (mungkin kalau di kita guru BK kali ya) di sebuah SMA. 

Dia heran kenapa anak ini bisa jadi kandidat keterima di universitas bergengsi melalui jalur atlet. Karena setahunya, anak itu tidak pernah melakukan olahraga tersebut. 

Si anak adalah Olivia Jade. Influencer Youtube dengan 1,8 juta subscriber. Mamanya artis Lori  Loughlin dan papanya perancang mode Mossimo Giannulli yang sebelumnya sukses menggunakan jasa Rick Singer untuk memasukkan kakaknya ke USC, berniat melakukan hal yang sama untuk Olivia. 

Padahal ya, kelihatan banget dari vlog di Youtubenya, Olivia ini nggak niat banget buat sekolah. Dia udah pengen banget DO dari SMA. Ya iya lah… anak orang kaya yang sudah sukses sebagai influencer youtube. Ngapain juga cape-cape belajar. 

Cuma katanya orang tuanya maksa dia harus kuliah. Karena ternyata kedua orang tuanya ini nggak kuliah.

Lah… aneh juga ya. Ini kedua orang tua bisa begitu kaya raya dan sukses tanpa kuliah, tapi kok ya maksa banget anaknya harus kuliah di tempat prestise dengan cara nyogok. 

Karena curiga, si guru BK Olivia nelpon lah ke USC untuk mempertanyakan hal tersebut. Eh… taunya kedengaran sama Papa Giannulli. Marah dong si Papa. Disamperin lah gurunya ke sekolah.

“Maksud lo apaan nanya-nanya soal Olivia? Nggak suka ya kalau Olivia masuk USC?” *

*transkrip ini interpretasi saya dari percakapan aslinya.

Ngeper lah si Pak Guru. Cerita lalu sampai ke telinga pelatih di USC. Pelatih USC langsung kontak dengan Singer. Katanya nggak boleh lagi ada orang tua yang marah-marah ke pihak sekolah. Karena nanti khawatir malah terbongkar.

Terus diajarin cara ‘menjawab’ yang benar kalau ditanya pihak sekolah. Disuruh bilang kalau anaknya akan mengikuti ujian masuk sesuai standar universitas. Cukup seperti itu. Tidak perlu berlebihan. Apalagi pakai marah-marah.

Tapi yang benar-benar bikin kasus ini akhirnya terbongkar adalah peran whistle blower. Sebenarnya Rick Singer sudah begitu sempurna menjalankan skandal ini. Semua bisa dilakukan dalam kondisi senyap. Tidak ada yang bicara. 

Namun tidak ada kejahatan yang tidak bercelah. Mungkin Tuhan juga sayang sama Rick Singer dan anak-anak yang harus masuk universitas melalui jalur ‘tipu-tipu’ ini. Tuhan ingin mereka bertobat dan segera sadar. Jangan terlalu lama bergelimang dosa. 

Lalu hadirlah seorang pembocor rahasia bernama Rudy Meredith. Ia sendiri menjadi tersangka untuk sebuah kasus. Dengan membuka rahasia Rick Singer, ia menjadi mendapat keringanan hukuman.

Dari situlah Rick Singer ditangkap. Rick tidak mau ditangkap sendiri. Ia bersedia disadap untuk memastikan sejumlah orang tua yang terlibat dan pihak universitas. 

Kalian benar-benar harus nonton bagaimana percakapan yang terjadi antara Rick dan para orang tua ini. Asli kocak. Pinter banget lah Rick menjebak para orang tua untuk akhirnya mengakui bahwa mereka itu membayar sejumlah uang sebagai kompensasi anak mereka masuk universitas papan atas. 

Ada yang khawatir dan tidak mau ngomong di telepon. Sama polisi tetap bisa diatur bentuk rekamannya adalah video pertemuan Rick dengan orang tua ini. 

Apa Hukumannya Buat Para Orang Tua?

Banyaknya tersangka yang terlibat membuat kasus ini masih terus berlangsung saat film dibuat. Hukuman untuk orang tua bervariasi. Ada yang dipenjara 3 minggu sampai 7 bulan, melakukan pelayanan publik, dan denda uang. 

Rick Singer akhirnya pada 4 Januari 2023 lalu dijatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara, membayar kompensasi kepada IRS $10juta, dan denda $8,7juta.

Daftar hukuman bisa langsung dibaca di Investigations of College Admissions and Testing Bribery Scheme yang dikeluarkan oleh US Attorney's Office District of Massachusetts. Saat post ini dibuat, terlihat update terbaru adalah pada 6 Januari 2023. 

Sebuah daftar yang panjang…. Saudara-saudara. Dan ini akan terpajang selamanya secara online untuk dibaca oleh orang di seluruh dunia. 

Menurut saya hukuman yang sebenarnya adalah MALU! Sebuah reputasi yang tercoreng. Ditambah lagi untuk kasus yang sebenarnya anaknya tidak tahu kalau mereka masuk sekolah melalui jalur belakang. Mereka pikir mereka beneran pintar. Ternyata orang tua mereka berani berbohong!

Sekolah favorit tidak bisa dipungkiri memang ada. Sekolah yang banyak menghasilkan lulusan terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tapi tidak perlu kita menglorifikasi sekolah tersebut secara berlebihan. Karena sebenarnya di sekolah lain pun emas akan tetap emas

Tetap berusaha masuk sekolah terbaik, tapi masuklah melalui jalur pintu depan yang terhormat. Kejujuran itu akan kembali untuk diri kita sendiri. 

Semoga kita semua dilindungi dari harus menjadi orang tua yang perlu menyuap hanya untuk prestise semu institusi pendidikan.

lulus dengan bangga
Anak berhak untuk lulus dengan bangga atas keberhasilannya sendiri. Emas akan tetap Emas dimanapun ia menempuh pendidikan.

(1100 kata)
Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Posting Komentar untuk "Mengapa Orang Tua Rela Menyuap Demi Anak (bagian 2)"