Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Orang Tua Rela Menyuap Demi Anak?

review operation varsity blues

Sebagai orang tua yang pusing urusan PPDB demi anak masuk sekolah negeri, nonton film dokumenter di Netflix berjudul Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal benar-benar bikin saya ternganga.

Saya pikir nyogok untuk masuk sekolah negeri puluhan juta itu saja sudah konyol, lah… ini para pesohor rela menyogok RATUSAN RIBU DOLLAR demi anak mereka masuk ivy league - universitas papan atas Amerika seperti Standford, Yale, University of Southern California (USC), dan sejenisnya. 

Operation Varsity Blues yang diungkap pada Maret 2019 adalah kasus penyuapan penerimaan mahasiswa terbesar yang pernah diungkap oleh Departemen Kehakiman Amerika. Melibatkan tuntutan kepada 53 orang, termasuk 33 orang tua, staff universitas, dan master mindnya Rick Singer beserta timnya. 

Tidak tanggung-tanggung, uang suap yang dikumpulkan dari 2011 - 2018 jumlahnya lebih dari $25 juta. Semua duit ini dibayarkan orang tua yang ingin anaknya masuk ke 11 Universitas papan atas Amerika dengan cara perjokian ujian dan masuk sebagai atlet palsu.

Gila benar!!!

Mengapa Harus Masuk Ivy League?

ivy league operation varsity blues
Siapa yang nggak kepengen punya kampus di sini.

Sejak tahun 80-an Amerika memang memasang peringkat untuk sekolah-sekolah terbaik. Atas dasar apa? Prestise semata!

Tau nggak, prestise itu sebenarnya berasal dari bahasa Prancis yang artinya TIPU DAYA. Sebuah khayalan, ilusi, tapi sangat dipercaya banyak orang. 

Tepat seperti mengapa kita perlu menggunakan barang branded. Omong kosong banget lah, kalau kamu masih keukeuh beli barang branded karena alasan lebih tahan lama. Karena banyak kok barang nggak branded juga tahan lama. Kamu beli barang branded ya karena PRESTISE. 

Begitu juga dengan sekolah ini. Adalah sebuah kebanggaan kalau anak bisa masuk sekolah papan atas yang masuknya super susah. 

Perry Kalmus, seorang  konsultan pendidikan independen menceritakan joke di kelangan mereka, kalau “Sebenarnya yang daftar kuliah itu orang tuanya, anak hanyalah sarana untuk mendaftar.”  Punya anak yang sekolah di sekolah papan atas, artinya mereka punya hak untuk nyombong.

 “Anakku lebih baik daripada kebanyakan orang. Anakku bukan anak rata-rata.”

Jujur, sebagai seorang alumni sekolah terbaik level nasional, saya merasa ini konyol dan tidak masuk akal. Saya masuk sekolah terbaik, bukan karena lebih baik dari orang lain. Tapi ya kebetulan beruntung saja. Banyak teman-teman yang bersekolah di tempat yang tidak masuk kategori terbaik, tetap bisa mendapatkan ilmu dan kesempatan yang sama baiknya dengan yang saya dapatkan. Kelebihannya mungkin  saya mendapatkan yang disebut sebagai sekedar prestise semu itu saja.

Inilah yang menjadi jualan seorang Rick Singer kepada orang-orang terkaya Amerika. Ia tahu banget, para orang kaya ini sangat ingin anak mereka masuk Ivy League

Rick Singer ini mengingatkan saya pada peran Tutor Kim Joo-Young dalam film Sky Castle. Seorang konsultan pendidikan yang jadi rebutan karena menjamin kelulusan anak didiknya 100% ke Universitas pilihan. 

Cuma Rick Singer ini tekniknya lebih masif. Ia mengaku telah memasukkan 761 orang ke universitas papan atas melalui ‘pintu samping’. 

Jadi menurut coach Rick, masuk Universitas itu ada yang namanya jalur pintu depan. Itu adalah cara tes yang normal. Kamu masuk dengan jalur yang benar sesuai kemampuanmu sendiri. 

Lalu ada juga jalur pintu belakang. Yaitu masuk dengan cara mengajukan donasi secara resmi. Nilainya bisa 10x lipat dengan melibatkan uang jutaan dollar. Menurut Rick untuk bisa masuk Harvard perlu $45 juta. Sementara masuk Standford perlu sampai $50 juta. Itu pun kadang belum tentu keterima sih. 

Nggak ngerti juga sih kenapa bisa begitu. Mungkin juga ini bisa-bisanya Singer aja buat nakut-nakutin.

Sebagai alternatif, Singer menawarkan jalur ‘pintu samping’ dengan hanya $300 ribu - 500 ribu dollar/anak SAJA. Ya tergiurlah orang-orang super kaya ini. 

Bagaimana Cara Masuk Ivy League Jalur Pintu Samping?

bribery operation varsity blues
Say no to bribery! Katakan TIDAK pada SUAP.

Disclaimer sebelumnya. Jangan lakukan ini di mana pun ya. Ini adalah hal yang sangat bodoh! Ini diungkap hanya sebagai bahan pelajaran untuk kita semua.

Jadi yang Singer tawarkan adalah si anak akan mengikuti ujian penerimaan sebagai anak dengan status ‘kelainan belajar’.  Dibutuhkan catatan medis untuk hal ini. Dan Rick akan menyediakannya. 

Mereka dengan status kelainan belajar ini akan melakukan tes terpisah secara perorangan dan mendapatkan tambahan waktu. Si anak akan menjawab soal di lembar terpisah. Lalu menyerahkannya kepada pengawas. Nanti pengawas ini akan menyalin jawabannya sekaligus memasukkan jawaban yang benar. 

Jadi mau score berapa pun bisa diatur. 

Di Amerika tes penerimaan itu adalah ACT dengan nilai tertinggi 36. Perlu nilai 34 ke atas untuk bisa diterima. Sementara untuk SAT yang nilai tertingginya 1600, perlu nilai di atas 1500 untuk dilirik.

Luar biasa bukan saudara-saudara. 

Tiba-tiba pengen nangis mengingat perjuangan dulu mati-matian menghapal materi ujian, lalu kita bisa kalah dengan anak-anak yang bisa lolos perguruan tinggi dengan cara curang begini. Geram banget nggak sih.

Tapi namanya juga orang kaya. Sultan mah bebas.

Apa sudah cukup dengan nilai saja? Ternyata servis Rick tidak sebatas itu. Yang dilakukan Rick untuk bisa menjamin anak-anak dapat kursi adalah dengan memalsukan resume mereka sebagai seorang atlet.

Ini baru beneran gila.

Anak akan difoto dan diberi resume seolah-olah beneran atlet. Ada yang atlet polo, atlet tenis, atlet basket, atlet dayung, dan lainnya. Padahal ada atlet basket yang tingginya hanya 167 cm, ada atlet sepak bola dari sekolah yang SMA-nya nggak ada klub sepak bola, ada yang atlet Polo air tapi tidak pernah main Polo air selama SMA, bahkan yang paling ajaib adalah atlet tenis kulit hitam, padahal aslinya kulit putih. Pengen ngakak parah nggak sih. 

Pertanyaannya adalah KOK BISA? 

Tentu saja dong ada kongkalikong dengan para pelatih olahraga di universitas penerima. Cuma caranya bulus banget. Jadi orang tua seolah-olah memberikan donasi ke yayasan pendidikan Rick Singer. Lalu Rick Singer akan menghubungi para pelatih olahraga ini untuk memberikan donasi. Ia pun menitipkan sebuah nama dan resume si atlet bodong. Nanti para pelatih akan menyampaikan nama ini ke sekolah untuk diterima. Sesederhana itu! Hanya dengan RATUSAN RIBU DOLLAR SAJA.

(bersambung ke bagian 2)

(900 kata)


Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

6 komentar untuk "Mengapa Orang Tua Rela Menyuap Demi Anak?"

  1. Sudah rahasia umum, beberapa (atau malah banyak) orangtua yang 'maksa' sang anak masuk sekolah TOP dan atau mahal, demi PRESTISE. Ehehehe. Nyapek-nyapekin sendiri ya Mba kalau dipikir-pikir tuh.
    Sang anak malah gak bisa berkembang dan mungkin juga malah bisa gak happy karena bukan passion-nya.
    Namun, akan beda hasilnya, jika orangtuanya mendorong sang anak masuk sekolah TOP untuk hal yang 'baik', bukan untuk mengejar status atau biar dibilang WOW. Dan biasanya yang kayak gini, gak akan mau juga lewat pintu samping, apalagi pintu belakang ehehe.
    ***
    Merinding Mba bacanya. Saya baru tahu lho sekelas Ivy League saja bisa 'kebobolan' begitu. Kirain yang flawless gitu.
    ***
    Jadi inget, film Legally Blonde, Mba Shanty, ehehe. Orangnya belajar giat banget demi masuk Harvard, padahal ortunya juga kaya raya, tapi dia tetep milih 'pintu depan'.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia loh, aku juga mikirnya kalau sekelas Ivy League reputasinya beneran terjaga. Ternyata terbukti nggak ya. Itu konyolnya, pas kasus ini lagi hangat-hangatnya, ada pengakuan narsum yang juga konsultan pendidikan independen kalau dia ditelpon seseorang yang minta tolong anaknya dimasukkan ke universitas. Orang itu mau membayar jutaan dollar. Lah...kirain jadi takut. Ternyata makin menggila.

      Hapus
  2. Jadi keinget anakku antri daftar SMAN sendiri, tau² ada Ibu² nyerobot langsung ke dalem. Gemesin sama ortu kayak gitu. Kebayang pas pasuk PT jangan² masuk 'pintu samping'. Haha...lucu istilahnya. Ternyata Ivy League bisa kebobolan juga yah...
    Ngerih...duitnya...kok punya yah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saking cintanya sama anak atau sekedar ego pribadi ya orang tua model begini? Mungkin memang begitu godaannya kalau punya duit sebanyak itu Bu Hani.

      Hapus
  3. Baru tahu arti prestise itu tipu daya, jadi lucu kok ya. Kayanya seru dokimenter ini ditonton.

    Menurutku orangtua yang nyogok ini sudah tentu abai sama anaknya sendiri. Ngga mikirin mental anaknya ke depannya. Mungkin enak sekarang, nanti pas tua mental shortcut. Ujungnya menyalahgunakan kekuasaan kalau punya jabatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak jadi belajar kalau segalanya bisa dibeli dengan uang ya.

      Hapus