lWcg51fin4Fhk7iYMzhi8k0YG8mjAdav5FwgOuRx

Alternatif Permodalan untuk UMKM dengan Pembiayaan Ultra Mikro

alternatif permodalan umkm dengan ultra mikro umi

Mungkin karena tidak punya bakat dagang, saya selalu menyimpan kekaguman pada   orang-orang di sekitar saya yang begitu ulet dalam berdagang. Khususnya pelaku UMKM - Usaha Mikro Kecil dan Menengah, seperti tukang bubur, penjual ayam goreng, mang sayur keliling, atau penjual ulen langganan.

Betapa mereka itu konsisten dalam menjalankan usaha selama bertahun-tahun dengan tekun dan sabar. Jadi suka kepo mengenai bagaimana gaya mereka menjalankan usaha.

Belajar dari pelaku UMKM di sekitar saya

Kalau Mang Hendrayana, Tukang Bubur Kacang Hijau yang setiap pagi suka lewat rumah saya, ia mengaku biasa meminjam untuk modal bahan baku dari toko bahan makanan langganan. Ambil bahan baku senilai sekitar 700 ribuan untuk bahan jualan 4 harian. Nanti dibayar pada pembelian berikutnya. Biasanya ada toleransi hingga 1 bulan. Selama ini sih pembayaran lancar-lancar saja menurut Mang Hendra.

Ia mengaku peminjaman itu tanpa bunga. Paling mungkin harga bahannya mungkin lebih mahal dibanding jika membeli di toko lain. Tapi karena sudah langganan, lelaki asli Tasik ini tidak pernah terlalu mempermasalahkannya.

Berjualan bubur sejak 2007 dan masih memegang KTP Tasik, sejauh ini ia tidak terlalu merasa memerlukan pinjaman dengan bunga yang menjerat. Walau mengaku butuh uang untuk memperbaiki roda jualannya yang sering kali rusak. Dibutuhkan uang antara 1 hingga 2 juta untuk memperbaiki roda jualannya. 

"Nggak kepikiran mencari lapak tetap biar tidak perlu keliling?" tanya saya. Mang Hendra biasa keliling dari pukul 6 pagi hingga 1 siang, tergantung sehabisnya jualan. "Saya belum tau mau dimana, Bu. Nggak tau juga mau cari lokasi di mana. Karena harus di tempat ramai. Khawatir kalau sepi dan nggak ada yang beli," akunya.

Tak semua KEBERHASILAN disebabkan KERJA KERAS, dan tak semua KEMISKINAN disebabkan KEMALASAN. Ingat itu ketika menilai orang, termasuk diri sendiri.
Morgan Housel, The Psychology of Money

Kalau cerita Kang Soman penjual ayam goreng di depan sekolah anak saya lain lagi. Ia masih model dapat gaji bulanan. Tergantung omset juga sih katanya. Bisa sekitar 1.5 - 2 juta per bulan. Kang Soman ini sudah berjualan ayam di depan sekolah sejak 2016. Ini biasanya jadi andalan ibu-ibu yang malas masak tapi harus memberikan bekal makan siang ke anak di sekolah. 

Jam kerja Kang Soman yang asli Garut ini dari pk 9 pagi hingga sehabisnya dagangan sekitar pukul 7 atau 8 malam. 7 hari dalam seminggu loh. Paling beberapa bulan sekali libur kalau perlu pulang kampung ke Garut bersama istrinya. 

Walau tidak perlu menyiapkan modal sendiri, setiap pagi ia harus mencuci dan memotong ayam. Lalu menyiapkan adonan dan menggorengnya. Sehari bisa sampai 20 kg ayam yang dijual seharga Rp 6000 - 7000-an. 

"Nggak kepikiran punya usaha sendiri Kang?" tanya saya

“Kepikiran sih. Hitung-hitung modalnya kira-kira untuk rombong besar sekitar 5 juta, gas dan alat-alat sekitar 1 juta, bahan 1 juta. Mungkin perlu sekitar 7 juta” katanya. 

Tapi ia mengaku tidak berani kalau harus meminjam dengan jumlah sebesar itu. Terlalu beresiko. Apalagi kejadian seperti pandemi kaya sekarang, dimana resiko bisnis bisa sangat besar. Bagaimana kalau tidak bisa jualan dan bayar hutang?

Jadi buatnya pinjam buat modal usaha masih menakutkan. Padahal ia mengaku sering mendapat penawaran pinjaman dari berbagai kreditur.

Kalau Mas Supri, tukang sayur keliling di kompleks saya menggunakan sistem barang yang dititipkan penjual. Ia tidak langsung bayar untuk dagangannya.  Baru setelah sehari, dibayarkan. Selain jualan keliling dengan motor, ia juga punya warung sayur di rumah. 

Ia mengaku banyak ditawari peminjam di pasar. Tapi ia tidak berani karena bunganya terlalu besar. Pinjam 1 juta, bulan depan harus bayar 1,2 juta. 21% per bulan atau 250%/tahun loh! Itu berat katanya. 

Sebenarnya ia inginnya bisa pinjam ke bank dengan bunga ringan untuk bisa menambah barang yang dijual. Tapi selama ini belum bisa karena terkendala KK dan KTPnya yang masih belum domisili Bandung.

pelaku umkm ultra mikro
Beberapa pelaku UMKM di sekitar rumah

Salah satu cerita menarik lain adalah dari pengalaman pegawai TU di sekolah anak saya. Pak Rudi ini biasa menawarkan ulen kepada kami. Katanya selama pandemi ia mencoba menjual ulen. Hasil belajar dari almarhum ibunya yang biasa membuat ulen. 

Kemudian bersama kakak dan istrinya mereka mencoba membuat dan menawarkan ke kenalan dan para orang tua murid di sekolah. Ulen yang modal bahannya saja sekitar 4 ribu bisa dijual 10 ribu.Modal untuk membeli bahan baku sebenarnya sangat tidak besar, hanya sekitar 200-300 ribu saja.  Omset per hari bisa mencapai 1 juta jika laku hingga 100 bungkus.

Usaha menjadi berhenti ketika Pak Rudi agak kelelahan untuk mengantarkan pesanan ulen. Karena Pak Rudi tetap harus bekerja juga di sekolah. Ia kepikiran untuk bisa punya pegawai. Cuma kalau mau punya pegawai yang bisa membantu mengantarkan barang, hitungan penjualannya tidak bisa kurang dari 70 bungkus ulen per hari. 

Nah ini nggak ada yang bisa jamin. Pak Rudi masih belum mendalami penjualan online. Selama ini masih hanya mengandalkan jualan dari orang yang dikenalnya saja dan diantar sendiri. 

Dari pengalaman mereka, saya melihat memang masalah UMKM ini bukan di sekedar ketersediaan modal saja. Tapi kalau bisa modal tanpa bunga atau bunga ringan karena resiko tidak mampu bayar itu cukup menakutkan bagi mereka.  Selain itu mereka juga butuh bimbingan agar usahanya bisa semakin berkembang. Tidak jalan di tempat selama bertahun-tahun.

Mengenal UMi

skema pembiayaan usaha ultra mikro
4 model skema pembiayaan usaha

Pada 16 Desember 2021 lalu, bertempat di Kalpa Tree Jl. Kiputih Bandung, saya berkesempatan mendapatkan informasi mengenai program pemerintah yang namanya Pembiayaan Ultra Mikro atau UMi dari Balai Layanan Umum - Pusat Investasi Pemerintah (BLU - PIP) Kementrian Keuangan

Dari penjelasan yang diberikan oleh Pak Adhita Surya Permana selaku Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi PIP, Pembiayaan UMi ini rasanya pas banget seperti yang dibutuhkan oleh teman-teman UMKM.

Berikut perbedaan antara Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi):

Kriteria KUR (Kredit Usaha Rakyat) UMi (Ultra Mikro)
Segmen Pasar Usaha Mikro dan Kecil Usaha Ultra Mikro
Plafond sd 25 juta (Mikro) dan 25 juta - 500 juta (Ritel) Maksimal 20 juta
Lembaga Penyalur Perbankan dan Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
Tenor Pinjaman Jangka Panjang > 1 tahun Jangka Pendek 36 bulan
Pendampingan Tidak wajib Wajib
Sumber Dana Masing-masing bank penyalur PIP selaku Coordinated fund
Konsep Dukungan Pemerintah Subsidi bunga Dana bergulir, PIP memberikan pinjaman ke LKBB dengan bunga 2-4%
Prosedur Pinjaman Prosedur Perbankan Prosedur LKBB

Kelebihan UMi

Kelebihan UMi dibandingkan pembiayaan lain:

  • Pembiayaan bukan melalui institusi bank yang ribet dan butuh banyak syarat
  • Bunga untuk debitur dimulai dari  angka 9,6/tahun tergantung kebijakan setiap penyalur. 
  • Ada bimbingan dan pendampingan usaha dari penyalur
  • Tenor 36 bulan
  • Pinjaman kurang dari 20 juta
  • Penyaluran melalui  PT Pegadaian (program Kreasi UMi), PT Permodalan Nasional Madani (program Mekaar), PT Bahana Artha Ventura (melalui koperasi)
  • Tersedia dalam bentuk akad syariah (Mudarabah Muqayyadah)
  • Diutamakan untuk perempuan. Penerima UMi 95% adalah perempuan. 
kelebihan pembiayaan ultra mikro

UMi 2021

Sejak tahun 2017 hingga 30 November 2021, UMi telah menyalurkan 17,89 Triliun kepada 5,34 juta orang debitur se-Indonesia. Ada 51 penyalur LKBB yang menjangkau 503 kota/kabupaten dari 514 kota/kabupaten. Artinya UMi sudah bisa didapat di hampir seluruh daerah!

Pada tahun 2021 tercatat 47% debitor menggunakan pembiayaan syariah. 96% untuk sektor pedagang eceran. 

Rata-rata debitor meminjam <5juta rupiah (91%). Menurut Bu Sri Mulyani dalam sambutannya pada acara Festival UMi di Bandung, 17 Desember 2021 lalu, banyaknya malah yang meminjam sekitar 1,7 jutaan saja. 

Rata-rata debitor minjam hanya untuk kurun waktu dibawah 1 tahun (92%). 

Pada acara Festival UMi itu diberikan juga penghargaan kepada penyalur dengan suku bunga/margin terendah yang diberikan kepada KSPPS Nusa Umat Sejahtera di Serang Jateng. Dalam sambutannya Bu Sri Mulyani senang karena KSPPS Nusa Umat Sejahtera  mampu menekan bunga di angka 9,6%/tahun saja. 

Jadi memang ada selisih antara bunga yang ditetapkan oleh pemerintah (2-4%) dengan bunga yang diberikan kepada debitur. Selisih ini menjadi hak para penyalur yang juga harus bertanggung-jawab melakukan pendampingan kepada debitur.  

Pendampingan Usaha dari PIP

Setelah diberikan pinjaman, PIP dengan penyalurnya akan mendampingi para debitur dalam melakukan usahanya. 

Kegiatan yang dilakukan berupa:

  • Pelatihan dan pendampingan branding, packaging, dan online marketing bersama Shopee tahun 2020 dan Grab tahun 2021
  • Promosi pemasaran produk
  • Inkubasi usaha untuk pendampingan dan pelatihan dalam aspek perizinan, pembukuan, kualitas produk, kapasitas produksi, dan pemasaran
  • Penyediaan lokasi usaha dan pemasaran
  • Kampung UMi, penyediaan dukungan yang terintegrasi untuk sebuah cluster

Cara mendapatkan pembiayaan UMi

Syarat untuk mendapatkan pembiayaan UMi sebenarnya cukup sederhana.

  • WNI yang memiliki NIK eletronik
  • Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi

Sementara kriteria untuk menjadi penyalur (koperasi):

  • Berstatus Lembaga Keuangan Bukan Bank
  • Memiliki pengalaman pembiayaan UMKM minimal 2 tahun
  • Sehat dan berkinerja baik. Ditandai dengan NPL<5% dan Gearing Ratio <10x
  • Memiliki sistem yang terkoneksi dengan SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) UMi
  • Memiliki kapasitas mendampingi debitur
  • LK Audited minimal WDP atau LK Hasil Pemeriksaan Pengawas dan disetujui anggota

Untuk mengajukan permohonan pembiayaan teman-teman bisa menghubungi lembaga  penyalur yang ditunjuk PIP:

  • PT Pegadaian (Program Kreasi UMi)
  • PT Permodalan Nasional Madani (Program Mekaar)
  • PT Bahana Artha Ventura (Koperasi)

Penutup

Bagaimana teman-teman? Tertarik untuk meminjam dengan pembiayaan UMi? Tapi sebelum meminjam pastikan teman-teman sudah memiliki perencanaan bisnis yang matang. Sebaiknya memang sudah memiliki pengalaman berusaha dan mengenal pasar dengan baik. 

Pinjaman sebaiknya dilakukan untuk mengembangan usaha yang sudah dilakukan sebelumnya. Bukan usaha baru yang masih baru belajar. Resikonya terlalu besar kalau masih coba-coba.

Mudah-mudahan UMi bisa tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM yang benar-benar membutuhkan. Bukan yang sekedar namanya dicatut untuk pinjaman. 

Sebagai tambahan, silakan teman-teman mencoba simulasikan pinjaman dan bunganya dalam tools di bawah ini. Nanti kita bisa melihat berapa cicilan yang harus dibayarkan per bulannya.
#PIPUMi
#UMiUntukNegeri

Referensi:

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) https://www.kemenkeu.go.id/umi

Presentasi Edukasi Pembiayaan Ultra Mikro, Adhita Surya Permana 

Sambutan Sri Mulyani pada Festival UMi di Bandung, 17 Desember 2021 https://www.youtube.com/watch?v=Ba0EJCa1ESw

Program Mekaar Buka Peluang Pelaku UMi Berkembang Tanpa Hambatan https://investor.id/business/243810/program-mekaar-buka-peluang-pelaku-umi-berkembang-tanpa-hambatan

Related Posts
Shanty Dewi Arifin
Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Related Posts

18 komentar

  1. Semoga para pejuang Usaha Mandiri seperti yang dikisahkan di sini juga bisa dirangkul sama UMI dalam menggembangkan usaha mereka ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ya. Walau memang belum tentu mereka benar-benar memerlukan juga sih. Perlu perencanaan matang sebelum memutuskan meminjam untuk bisnis. Makasih sudah mampir Cha.

      Hapus
  2. menarik ya, kak. sekarang sudah ada beberapa pilihan pemodalan untuk umkm. teringat dulu masih agak susah dan terbatas pilihannya.. kurasa pandemi ini juga membantu mempermudah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia, pengaruh efek pandemi juga kayanya. Negara repot juga kalau banyak warganya yang kesulitan untuk berusaha. Makasih sudah mampir Nabilla.

      Hapus
  3. Senangnya kini ada pembiayaan ultra mikro yang dapat mendukung para pelaku UMKM di Indonesia. Urusan permodalan seringkali menjadi hambatan mereka berwirausaha. UMi membantu hal ini sehingga mereka bersemangat kembali meningkatkan penjualan serta mengikuti berbagai pelatihan usaha. Cara memperoleh pembiayaan UMi pun terbilang mudah ya. TFS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya memang yang disasar golongan bawah yang tidak suka diajak yang ribet-ribet. Semua dibuat jadi lebih mudah. Daripada mereka terjerat oleh rentenir yang mencekik. Makasih sudah mampir Nurul.

      Hapus
  4. Aku baru tahu adanya progrm UMi ini. Kedengarannya menarik fan amat membantu. Terlebih nasabah diutamakan perempuan. Kayaknya aku mesti cari info tentangnya di kotaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik emang ya programnya. Sudah ada di 503 kota/kabupaten nih Mbak. Makasih ya sudah mampir.

      Hapus
  5. Alhamdulillah ya kak. Sekarang kalau mau berwirausaha sudah bisa mendapatkan banyak peluang untuk mendapatkan modalnya. Semoga sya juga segera punya usaha kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Sekarang ini yang mahal jadi idenya ya. Modal bisa banyak jalannya. Makasih banyak sudah mampir ya Mbak.

      Hapus
  6. Gagal fokus sama usahanya Mang Hendra, Kangen sama Kang Bubur kacang jikau ketan item saya teh haha, mau bikin sendiri, kayaknya seringnya gagal bikin bubur ketan itemnya, gak sama dengan yang dijual. btw alhamdulillah ya Sekrang ada pembiayaan permodalan UMKM ultra mikro UMI sehingga bisa membantu pedagang kecil menengah tetap survive

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia euy, aku pun kok prefer kacang hijau ketan hitam mending beli aja. Lebih mudah dan murah. Di Mang Hendra cukup kenyang dengan 3000 atau 4000 per porsi saja. Lah jadi promosi. Makasih sudah mampir Mbak Sri.

      Hapus
  7. Adanya program umi ini dapat membantu para pelaku UMKM yg kerap ada hambatan krn kekurangan modal. semoga pelaku UMKM dapat lebih mengembangkan usahanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Sama bagusnya ada bimbingannya juga sih. Mudah-mudahan tepat sasaran dan para penyalur bisa benar-benar mengarahkan pelaku UMKM. Makasih sudah mampir Ainhy.

      Hapus
  8. memang sejatinya usaha apapun itu yg berbentuk UMKM harus disupport pemerintah kita. mantao mba, nice review:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. UMKM sekarang lagi dimanja pemerintah nih kayanya. Makasih sudah mampir ya.

      Hapus
  9. Iya banyak UMKM tuh terkendala modal ya khawatir nggak bisa membayar bunganya yang besar jadinya usaha kurang berkembang. Dengan adanya UMi membantu UMKM mendapatkan modal usaha dengan bunga lebih ringan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener. Serem juga dengar bunga yang ditawarkan. Kalau lancar usahanya si enak. Tapi resiko gagal juga serem. Apalagi buat yang baru-baru. Makasih sudah mampir ya.

      Hapus