Nafsu Awal Tahun
Bisa jadi efek baterai awal tahun itu masih penuh, rasanya nafsu banget deh pengen mengikuti banyak tantangan yang lewat. Bisa jadi karena circle saya banyak penulis dan pembaca buku, walah ini tantangan kegiatan seru untuk diikuti banyak sekali. Sepertinya sejumlah komunitas memanfaatkan momen awal tahun untuk mendukung semangat yang tengah membara ini.
Garis start pun dipenuhi banyak orang. Alhamdulillah. At least kamu nggak DNS kan kemarin?
Saya awalnya tertarik ikut tantangan menulis dari 1 komunitas untuk menulis rutin selama bulan Januari. Eh, tidak jauh ke bawah, saya ketemu satu tantangan lain yang menarik. Lanjut di platform sebelah, ternyata ada 2 tantangan lain yang seru. Belum lagi untuk tantangan baca buku. Bukan satu dua komunitas yang menawarkan. Tapi lebih dari 5 deh rasanya. Semua dengan syaratnya masing-masing. Ada postingan komitmen lah, ada hastag yang harus dibubuhkan, ada teman yang perlu ditag, sampai ke reward yang bisa didapatkan. Lalu… saya bingung sendiri.
Belum mulai menulis saja, saya sudah diajak bingung duluan. Semua terlihat begitu menantang dan seru. Kayanya keren sekali nih kalau saya berhasil menaklukkan sejumlah tantangan. Wah sudah kebayang di akhir tahun bakal bisa pamer sejumlah buku yang dibaca, jumlah tulisan di blog, jumlah follower yang bertambah, jumlah berlian dalam genggaman. Wow!!!
Tapi akhirnya saya memilih untuk tidak mengikuti nafsu awal tahun ah. Belajar untuk mencoba tidak serakah mengerjakan banyak hal dan mencoba satu tantangan kecil yang mudah saja dulu.
Sebenarnya hidup ini memang perlu tantangan sih. Nggak seru kalau hidup lempeng-lempeng aja tanpa target. Walau tentu saja targetnya perlu sesuai dengan kemampuan juga. Tidak terlalu mudah, tapi juga tidak bikin frustasi.
Target 2026
Saya ini kalau mengikuti nafsu sebenarnya ingin rutin buat postingan blog minimal 1000 kata sehari. IG bisa aktif diisi lengkap dengan video reels yang bermutu setiap hari. Target baca buku juga kalau bisa 2 buku dalam seminggu atau 100 buku dalam setahun. Tidak lupa ikut sejumlah lomba dan tantangan yang berseliweran. Kurang ambisius apa coba!
Tapi mungkin itu perlunya evaluasi. Coba dilihat dulu di mana posisi saat ini. Tahun lalu memang bagaimana produktivitasnya? Berapa tulisan yang sudah dibuat? Berapa postingan berfaedah yang dibagikan di IG? Berapa buku yang sempat dibaca dan direviu?
Lah ini nafsunya hanya pas bagian beli buku diskonan saja. Rasanya berdosa kalau lihat buku inceran lagi diskon tidak cekout. Seperti jadi manusia pendosa yang tidak mampu bersyukur gitu loh. Sayangnya, kecepatan mendapatkan buku diskonan tidak sinkron nih dengan kecepatan membacanya. Jadilah, itu TBR numpuk.
Pelajaran tahun ini adalah: Jangan mengikuti nafsu ah. Biar lambat asal selamat dulu aja deh. Saya memilih tantangan yang kira-kira sesuai saja dengan kemampuan berdasarkan pencapaian tahun lalu yang bisa dibilang nggak ada apa-apanya itu. Belajar menikmati sukses-sukses kecil dulu aja. Bahwa hari ini saya masih berhasil untuk bisa menulis 500 kata di blog. Walau menulisnya malam dan memerlukan waktu yang sangat lama ya. Its ok!
Jadi akhirnya mau ikut tantangan dan target apa saja nih di tahun 2026? Ah, tapi setahun itu terlalu lama dan berat. Bahkan target 1 bulan saja itu bukan sesuatu yang mudah loh. 30 hari membangun konsistensi itu perlu energi lebih. Sepertinya lebih pas kalau saya pasang target untuk 10 hari pertama.
Ih cemen amat. Kapasitas baterainya kecil bener ya ini. Puk… puk…puk Shanty. Nggak apa-apa kok. Insya Allah dalam 10 hari pertama di bulan Januari saya bisa posting di blog minimal 5 post (minimal 500 kata per post), 5 post di IG feed atau story, dan tamat baca bukunya dr.Andreas Kurniawan, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring.
Kira-kira kalau target segini saja, bisakah saya sukses di 10 hari pertama Januari ini? Asli loh, saya sendiri aja penasaran dengan jawabannya.

1 komentar untuk "Nafsu Awal Tahun"