Jalur Ghoib SNBP
Banyak yang bilang kalau SNBP itu jalur ghoib. Hanya Tuhan dan PTN penerima yang tahu siapa yang diterima dan siapa yang tidak. Punya peringkat eligible tinggi dan nilai sempurna, tidak menjamin seseorang bisa diterima di PTN impian.
Tapi kalau saya lihat berdasarkan pengalaman beberapa orang yang lolos SNBP, sepertinya SNBP itu nggak ghoib-ghoib amat sih. Ada celah-celah yang memang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan PTN dan jurusannya.
Menurut saya, salah satu kesalahan yang banyak beredar adalah percaya hanya pada angka rata-rata rapor. Banyak seliweran di sosial media yang menyebutkan angka rapor yang diterima di sebuah PTN.
Nilai Mata Pelajaran Pendukung
Itu tentu saja bisa jadi tidak salah. Data yang disampaikan adalah data salah seorang yang memang lolos di PTN dan jurusan tersebut. Namun sebenarnya ada banyak faktor lain yang jadi bahan pertimbangan anak tersebut diterima. Seperti nilai pelajaran pendukung yang sesuai dengan jurusan yang ia pilih.
Misalnya kamu mau masuk Fakultas FTMD ITB. Nilai rata-rata rapormu 95. Sementara nilai Kimiamu 90 saja. Padahal nilai Kimia di jurusan FTMD cukup signifikan bobotnya. FYI, mata kuliah Kimia di FTMD ITB itu bobotnya 4 SKS, berbeda dengan di fakultas lain yang hanya 3 SKS. Tentunya, ITB akan lebih meloloskan anak yang rata-rata rapornya 90 saja, tapi Kimianya 98 lah.
Ini yang menyebabkan banyak anak peringkat eligible tinggi gagal lolos, sementara yang peringkat eligiblenya lebih rendah bisa lolos SNBP.
Track Record Sekolah
Selain faktor angka-angka ini, ada juga faktor reputasi sekolah. Ini juga lumayan tricky kita nebak-nebaknya. Tapi kita bisa mencoba memprediksi dari angka lulusan sekolah kita yang diterima di PTN tersebut. Usahakan punya data angka lulusan dalam 3 tahun terakhir untuk melihat trend-nya. Apakah menurun atau menaik. Penting nih untuk meluangkan waktu berdiskusi dengan guru BP sambil melihat data angka rapor alumni yang diterima di PTN incaran.
Perlu diketahui juga, kalau PTN punya data nilai lulusan setiap sekolah selama mereka belajar di PTN tersebut. Jadi bukan sekedar data nilai rapor bawaan sekolah ya. Dengan nilai itu, PTN jadi bisa memprediksi apakah anak-anak lulusan sekolah tersebut memang perlu diberi kuota yang cukup.
Jadi tidak heran kenapa sekarang ini jualan sekolah-sekolah adalah jumlah lulusan mereka yang diterima di PTN tertentu. Bahkan kita bisa melihat jumlah mereka yang lulus di jurusan atau fakultas tertentu.
Saya terus terang cukup takjub ketika menemukan fakta bahwa SBM ITB tahun 2025 hanya memberikan 2 kursi saja untuk jalur SNBP bagi 2 SMA negeri di Bandung. Kedua sekolah yang beruntung itu adalah SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung saja! SMAN 3 Bandung menerima 2 siswa untuk SBM, sementara SMAN 5 menerima 1 untuk SBM dan 1 untuk SBM peminatan Kewirausahaan.
Tapi untuk SMA swasta seperti SMA Taruna Bakti Bandung, ITB memberi 7 kursi untuk SNBP. Dan jangan kaget saat melihat jalur IUP (jalur internasional yang tes masuknya 4 juta rupiah itu) SBM ITB 2025 kuotanya 180 untuk jurusan management & 30 untuk jurusan entrepreneurship.
Hah… kok bisa begitu? Itu hak setiap PTN yang tidak bisa diprotes ya. Kita hanya bisa sebatas mencoba melihat peluang dari fakta yang ada.
Kenali Jurusan Incaran
Mungkin kesalahan paling umum yang dilakukan banyak orang sehingga gagal lolos SNBP adalah tidak melihat peta persaingan tahun sebelumnya. Mana jurusan yang tingkat keketatan persaingan tinggi, mana yang sedang, dan mana yang rendah. Data ini padahal bisa dengan mudah dilihat di website setiap PTN.
Satu lagi celah menarik untuk jalur SNBP adalah jurusan-jurusan peminatan yang ditawarkan ITB. Kuota untuk jalur peminatan ITB di tahun 2025 ini mencapai 347 kursi di 13 jurusan. Lumayan banget kan.
Ini adalah anugrah buat anak-anak yang memang mengincar jurusan tertentu. Saya menilai jalur peminatan ini menaikkan marwah jurusan dengan memberikan karpet merah kepada anak-anak yang memang berminat pada jurusan tersebut. Bukan anak-anak terpaksa masuk ke jurusan tersebut karena nilainya kurang. Secara mental ini bisa sangat berbeda.
Semoga dengan memperhatikan nilai rata-rata rapor, mata pelajaran pendukung, track record sekolah, tingkat keketatan persaingan peminat tahun sebelumnya, dan melirik peluang jalur peminatan, impian untuk tembus SNBP 2026 bisa tercapai. Amin…

Posting Komentar untuk "Jalur Ghoib SNBP"
Posting Komentar