Perbandingan Mengurus SIM Indonesia dan Australia

ujian sim indonesia

Urusan mengurus SIM itu memang selalu menarik perhatian saya. 

Saya sendiri pertama kali punya SIM A saat kuliah di Bandung melalui jalur kursus mengemudi. Saat itu biaya kursus mobil sudah termasuk pengurusan SIM tanpa tes. Datang ke tempat pembuatan SIM di Polrestabes Bandung, hanya untuk berfoto saja.

Setelah punya bayi, saya lupa untuk memperpanjang SIM. Aturannya walau terlambat perpanjang 1 hari pun, kita harus melakukan pengajuan SIM baru. Saat itu saya belum merasakan perlu untuk menyetir, jadi ya ditunda-tunda terus. 

Baru setelah si bayi berusia 2 tahun, saya merasa perlu untuk punya SIM lagi. Jadilah saya mengurusnya dari awal. Kali ini melalui jalur yang semestinya. 

Dimulai dengan tes teori yang langsung lulus. Lalu dilanjut tes praktik parkir mundur yang gagal pada percobaan pertama. Saya gagalnya karena kurang familiar dengan memakai mobil kopling punya polisi. Saat percobaan kedua sebulan kemudian, ternyata diizinkan untuk menggunakan mobil sendiri yang transmisinya matic. Dengan sedikit bantuan Pak Polisi mengarahkan ala tukang parkir, lulus lah saya mendapatkan SIM A melalui jalur tanpa harus nembak. 

Wuih… bangga banget dong! 

Sejak itu saya benar-benar kapok untuk melewatkan masa-masa perpanjangan SIM 5 tahunan. Nggak lagi-lagi deh, harus urus-urus SIM.

Tes SIM 2024

Selanjutnya saya mengetahui kalau ternyata mengurus SIM itu nyaris tidak mungkin tanpa melalui jalur nembak. Katanya tesnya itu nyaris tidak masuk akal. 

Ada teman yang menyebutkan itu bukan untuk jadi pemotor yang baik di jalan. Tapi tes untuk atraksi akrobat saking ajaibnya tes praktiknya. 

Saya sampai tidak bisa menemukan teman yang punya SIM tanpa jalur nembak. Jadi boleh dong ya, saya bangga sekali dengan SIM saya.

Tidak terasa, waktu berlalu cepat. Si bayi yang membuat saya tertunda memperpanjang SIM, kini sudah 17 tahun dan perlu buat SIM. 

Jadi bagaimana nih, dia perlu nembak aja seperti orang-orang pada umumnya? Atau bertahan mengusahakan jalur normal yang konon nyaris tidak mungkin itu? 

Mungkinkah lulus SIM tanpa nembak?

Saya pribadi sebenarnya selalu berdoa anak saya tidak perlu melakukan dosa yang tidak perlu untuk urusan sogok-menyogok ini. Lah itu di sekolah kan diajarin Profil Pelajar Pancasila yang poin pertamanya Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Masa iya, harus ngajarin anak mending nyogok aja?

Doa ibu memang makbul. Sekitar pertengahan Juli 2023 sempat viral berita 6 Kapolsek yang gagal saat mencoba ujian praktik SIM C. Padahal katanya sudah ditawari 1 juta bagi yang berhasil. Habislah polisi jadi bulan-bulanan saat itu. Walau kemudian polisi bilang itu video hoaks. Bisa aja emang Pak Polisi Indonesia ini. 

lintasan ujian sim C
Lintasa ujian praktik SIM C per Agustus 2023

Tapi yang penting, beneran dong pada Agustus 2023 digantilah lintasan ujian praktik SIM C dengan lintasan yang lebih masuk akal. 

Sejak itu, saya mulai mendengar ada teman-teman anak saya yang beneran bisa lulus tanpa harus nembak. Rasanya terharu banget! Ternyata kesempatan itu memang ada. Doa Mama terkabul!

Mengurus SIM C di Bandung

Setelah 17 tahun dan sudah punya KTP, tentu saja yang pertama diusahakan adalah punya SIM legal. Walau sudah bisa mengendarai motor dan mobil di usia SMP, Mama sih berharap Raka bisa segera punya SIM resmi. Tetap saja ada rasa was was melepas anak naik kendaraan bermotor tanpa SIM. Kalau ada apa-apa, itu yang salah ya pasti orang tuanya.

Berbekal pengalaman dan informasi dari teman-teman yang sudah berhasil lulus melalui jalur resmi, Raka pun mencoba mengikuti prosedur pembuatan SIM di Polrestabes Bandung. 

mekanisme prosedur mengurus SIM
Mekanisme mengurus SIM yang standarnya cukup 170 menit saja.

Dimulai dari Tes Kesehatan dan buta warna. Biayanya Rp100.000,- untuk SIM A atau C. Kalau untuk 2 SIM Rp120.000,-.

Kemudian dilanjutkan Tes Psikologi. Biayanya Rp65.000,-.

Dari situ mereka diarahkan untuk menuju loket pemeriksaan berkas-berkas. 

Setelah itu dilanjutkan dengan ujian teori. Berbeda dengan waktu saya dulu, sebelum ujian teori ada polisi yang memberikan penjelasan singkat mengenai aturan di jalan raya dan rambu-rambu. 

Sekarang tidak ada penjelasan dan langsung ujian. Paling ada buku panduan untuk ujian teori yang disediakan untuk dibaca. Tapi sebenarnya orang-orang bisa membuka website Ebook Buku Panduan Teori SIM untuk mendownload materi ujian teori. Raka sudah belajar sebelumnya dari materi yang diberikan di sini.

Alhamdulillah tes teori Raka lulus untuk SIM A dengan nilai 70 dan SIM C dengan nilai 80. Keduanya syarat minimal 70. Kalau kurang dari itu harus mengulang. Hanya 6 orang yang bersama mengikut ujian teori ini.

Ujian Simulator SIM dan Triknya

Karena tidak ada yang mengantri, Raka mulai dengan simulator untuk SIM A. Ia melakukan kesalahan 27x. Harusnya hanya boleh 4x. Ada aplikasi di Playstore untuk berlatih ujian simulator ini. Asli kaya main game banget. Pada percobaan kedua seminggu kemudian, Raka masih gagal tapi dengan kesalahan yang hanya 12x.

Pada simulator SIM C, hanya 2 orang yang lulus termasuk Raka. Untuk Simulator ini lumayan tricky. Awalnya diberikan 100 poin. Hanya boleh melakukan 2x kesalahan. Yang dinilai adalah mesin tidak boleh mati, tidak lupa menyalakan lampu sein, tidak melanggar rambu dan marka jalan garis lurus. 

Anehnya, motor simulator menggunakan motor kopling yang sistemnya di-on dan di-off.  Aslinya kan kopling itu dilepas perlahan menyesuaikan dengan kecepatan. Banyak orang tidak paham triknya. Raka sudah belajar ini dari teman-temannya. 

Trik untuk menjaga mesin simulator tidak mati, adalah koplingnya di-on-kan terus, digas yang kenceng, baru dilepas koplingnya setelah motor jalan. Biarkan saja motornya kaya ngacleng. Kalau tidak begitu mesinnya akan mati. 

Gas-nya juga suka tidak masuk ke mesin. Jadi gas itu harus sampai bersuara sebelum kopling dilepas. Orang banyak nggak sadar lepas kopling, taunya gasnya nggak masuk. Jadi mati deh mesinnya. Jadi gas harus diakalin dengan dihidup-matikan. 

Kebayang nggak sih ngeselin banget. Raka sempat ngobrol dengan orang yang sempat gagal simulator 5x dan ujian praktek 2x. Tabah juga ya.

Saya sih langsung teringat kembali kasus korupsi simulator SIM yang menyeret mantan Kepala Korlantas Polri Djoko Susilo karena merugikan negara 120M tahun 2013 lalu. Ini gitu simulatornya? Sampah banget!

Anyway, Raka lulus dengan sekali mencoba. 

Ujian Praktik SIM 

Kondisi lintasan praktik SIM C
Perlu latihan dan logika untuk bisa lulus tes praktik SIM C.

Mari lanjut ke ujian Praktik yang konon katanya sudah lebih baik itu. Di sini juga ada trik-triknya. Menurut Raka, ia sangat terbantu karena tahu logika balapan. Ada gunanya juga suka nonton F1 dan main game F1.

Tes praktik meliputi ngerem dengan boleh turun kaki, U turn tanpa ngerem dan melewati garis, ngerem mendadak dan berhenti 1 detik tanpa turun kaki, dan terakhir berhenti pada tanda stop.

Pada percobaan pertama Raka gagal karena tidak berhenti 1 detik. Dia kira cukup sekedar pelan saja.  Pada percobaan kedua Raka berhasil berhenti 1 detik, tapi dia tidak berhenti di tanda stop. Ini juga karena dia nggak tahu. Di percobaan pertama, dia nggak dikasih tahu kalau itu termasuk hal yang bikin gagal. 

Di percobaan ketiga, akhirnya SIM C pun jadi tanpa perlu nembak! So proud of him.

Setelah dinyatakan lulus, Raka cukup membayar Rp 100.000,-. Jadi untuk SIM A, biaya resminya Rp 265.000,- saja. Biaya untuk nembak yang banyak ditawarkan di Polrestabes adalah Rp800.000,- hingga 1 juta. Tapi kalau punya orang dalam, mungkin bisa dinegosiasikan.  Menurut Raka, aura 'gelap' benar-benar terasa deh di sana. 

Mengurus SIM di Sydney

Bukan hanya Raka yang bahagia karena akhirnya berhasil punya SIM. Adik saya di Sydney juga belum lama dapat Full license dan menceritakan pengalaman mengurus SIM di negara bagian New South Wales itu.

Mengurus SIM di Sydney

Kemudahan Informasi

Perbedaan pertama yang buat saya kagum adalah kemudahan mendapatkan informasi pengurusan SIM di Australia. Tinggal memasukkan kata kunci Driving License Sydney, kita akan langsung menemukan website NSW Goverment di pencarian pertama. Ini adalah portal 1 pintu untuk pelayanan publik di New South Wales. Jadi bukan hanya urusan SIM saja.

Untuk urusan pembuatan SIM, semuanya sangat lengkap di portal ini. Dari tahap mendapatkan SIM, syarat, panduan lengkap, biaya, sampai mendaftarkan tes bisa ditemukan di portal ini.

Sementara kalau di Indonesia, untuk cari harga resmi pembuatan SIM saja sulit sekali ditemukan. Kita malah ketemu website umum atau youtube dengan informasi yang beragam dan makin membingungkan. 

Paling tersedia website ujian teori SIM saja. Tidak ada ujian simulasi atau prakteknya. Yang ditampilkan di website itu malah foto tim penyusunnya. Yaelah… siapa juga yang perlu tahu itu. 

informasi mengenai SIM di Sydney
Informasi lengkap di 1 portal mengenai pengurusan SIM di Sydney

Proses Panjang Mendapatkan SIM 

Selanjutnya yang bikin saya kagum adalah pentahapan proses mendapatkan SIM di Sydney. 

Kalau di Indonesia resminya hanya butuh 170 menit untuk proses mendapatkan SIM, di Australia perlu waktu sekitar 4 tahun untuk full license. Ngapain aja coba?

Jadi begini. Pertama mereka yang usianya di atas 16 tahun boleh mengikuti ujian tertulis dan jika lulus boleh dapat SIM L (Learner). Perlu minimal 1 tahun untuk mengikuti tes selanjutnya dan mendapatkan SIM P1. SIM L boleh berlatih di jalan dengan didampingi pemegang sim Full License. Di sini lah masanya belajar memakai kendaraan di jalan. 

Kemudian perlu 1 tahun lagi untuk mendapatkan SIM P2. Terakhir untuk bisa mendapatkan SIM Full License perlu waktu 2 tahun.

170 menit vs 4 tahun! 

Adik saya sebagai pemegang SIM A Indonesia, tidak perlu melalui selama itu. Setelah punya SIM L, pemegang SIM A bisa langsung ikut tes SIM Full License. Walau begitu, adik saya tetap berlatih dengan instruktur untuk memastikan tesnya berjalan lancar. Ia membayar sekitar 300 dollar untuk latihan sekitar 6 jam bersama seorang instruktur. 

Yang keren, tes praktiknya dilakukan di jalan raya beneran dengan rute yang sudah ditentukan. Jadi kita bisa belajar dulu bersama instruktur biar bisa sekali lulus. Adik saya Alhamdulillah juga bisa langsung lulus pada percobaan pertamanya. 

Di Sydney, prinsip dari mendapatkan SIM adalah untuk menjamin setiap orang aman dan tidak membahayakan orang lain di jalan raya. Tesnya dibuat dengan tujuan yang jelas dan dipahami oleh semua orang. 

pandunan tes sim di sydney
Cuplikan isi buku panduan yang harus dipelajari calon pemegang SIM di NSW

Penutup

Kalau di Indonesia, ada kesan pihak kepolisian cenderung berharap sebanyak mungkin orang yang gagal dan memilih jalur nembak. Sementara di Sydney, targetnya orang lulus dan tidak membahayakan orang lain di jalan. 

Hanya bisa berdoa, semoga ada perbaikan dari sistem pengadaan SIM di Indonesia. Berharap para polisi Indonesia lebih terketuk nuraninya untuk bisa melakukan yang terbaik demi keamanan di jalan raya.

Kamu sendiri bagaimana pengalaman mendapatkan SIM-nya? Boleh ya cerita di kolom komen. 

Tantangan Mamah Gajah Ngeblog


Tulisan ini dibuat untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Mei dengan tema Perbandingan (versus).


Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

5 komentar untuk "Perbandingan Mengurus SIM Indonesia dan Australia "

Comment Author Avatar
SIM-ku taun 1999 (heu) ga nembak lho teh. Tapi ga ujian praktek. Polseknya males kyknya karena pas ramadan! 🤭🤭
Comment Author Avatar
Mungkin masa itu memang belum marak nembak-nembak kali ya.
Comment Author Avatar
Memang agak absurd ya itu tesnya. Kecuali mau rekrutmen penampil sirkus. Ehehe.

Kan jadi banyak yang berprasangka buruk ya Mba kepada instansi tersebut. Seolah sengaja agar masyarakat memilih nembak demi keefektifan.

Keren Raka. Alhamdulillah berhasil dapat SIM tanpa nembak. :)
Comment Author Avatar
Aku sudah nyupir mobil sejak kelas 2 SMP. Betapa bocilnya aku hi3. Bikin SIM A saat kelas 1 SMA kayaknya itu jalur ordal deh.
Nah... Setelah pas umur 17 punya KTP biat SIM asli tapi ordal juga.
Jadi aku sudah nyupir 35 tahun, alhamdulillah.

Aku pikir harusnya SIM itu tujuannya safety reading kan bukan buat cari penghasilan dari percaloan.
Comment Author Avatar
SIM C punya ku nembak. Begitu juga SIM A. Bukan gak mau mengikuti jalannya prosedur, tapi kondisinya memang sudah dipahami secara umum. Susah dan jalur ujiannya gak masuk akal. Ya benar seperti kata mbak Shanty. Sistemnya dibuat supaya banyak yang nembak, karena itu berarti pemasukan erekadi luar gaji. Dan kita tahu gaji polisi memang sedikit sementara life style mereka hedon. Selain itu, memangnya di jalan mana kita harus menjalankan motor dengan berbelok-belok sepanjang lebih dari 2 meter? Kalau di jalan raya kita seperti itu, malah akan mengganggu pengendara yang lain, kan.
Dua anakku pun terpaksa nembak juga karena keburu perlu untuk kerja.
Belakangan kabarnya jalurnya sudah diubah. Semoga peraturannya segera diubah agar menjadi lebih baik deh.