Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perlukah Membuka Aib Pasangan?

membuka aib pasangan

Terus terang, saya cukup sedih kalau melihat bagaimana seseorang menceritakan keburukan pasangannya secara terbuka. Mending kalau hanya untuk kalangan terbatas yang mengenal mereka secara personal. Tapi ini dilakukan terbuka di media sosial di mana akan dibaca oleh banyak orang yang tidak berkepentingan. 

Saya melihat hal tersebut kok ya lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Apa yang sebenarnya diharapkan dari melakukan hal tersebut? 

Ingin mendapatkan simpati dari netizen? 

Perasaan puas karena sudah mempermalukan pasangan? 

Ingin membuat pasangan sadar? 

Tapi yang pasti, dia tidak akan mendapatkan pasangannya kembali sesuai keinginannya. Ia sudah merusak hal yang paling mendasar dari harga diri orang lain. Begitu cerita jelek tentang pasangan keluar dari mulut kita, itu artinya hubungan sudah putus. Sulit untuk memperbaiki hati yang sudah tergores. Akan sulit menyambung hubungan yang sudah rapuh begitu.

Beda Kasus Beda Cerita

Berbeda cerita untuk kasus Mbak Norma yang berbagi cerita di sosial media mengenai MANTAN suaminya yang kepergok selingkuh dengan ibunya. 

Banyak orang yang menyayangkan mengapa Mbak Norma harus membagikan aib keluarganya. Karena menurut banyak orang ini seharusnya ditutupi karena memalukan. 

Kalau menurut saya, ada batasannya mana aib yang bisa atau bahkan perlu diceritakan dan mana yang perlu sebaiknya dirahasiakan. Nggak semua dipukul rata harus dirahasiakan. Atau malah ada yang sebaliknya seneng banget membagikan semuanya sampai segala hal-hal intim. Duh… orang-orang ini kenapa sih!

Salah satu aib pasangan yang perlu disampaikan kalau menurut saya adalah yang perkenaan dengan Pelanggaran hukum. 

pasangan melanggar hukum

Negara kita mengatur apa-apa yang termasuk pelanggaran hukum. Baik itu yang berhubungan dengan  kriminalitas maupun uang atau bisnis. 

Ketika pasangan melakukan hal seperti penipuan, korupsi, pemukulan, dan sejenisnya, semestinya tidak perlu ada keraguan untuk menyampaikan kepada pihak lain. Kalau tidak berani langsung ke pihak berwajib, cobalah untuk menyampaikannya kepada orang terdekat yang bisa dipercaya. Mungkin mereka bisa membantu untuk menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan hal tersebut kepada orang yang dirasa lebih tepat.

Yang utama adalah melaporkannya dulu ke pihak yang berwajib. Jangan merasa terburu-buru membeberkannya di sosial media. Memang konon gosipnya kan, kalau nggak viral nggak akan diusut. Parah nih emang ya.

Di sini saya kagum sama Lesti Kejora yang langsung melaporkan suaminya ke pihak berwajib sebelum koar-koar di sosial media. Walau memang sih ya, akhirnya tidak happy ending buat kita karena laporan tersebut dicabut. Tapi yang penting memang happy ending buat Lesti dan suaminya lah. Ngapain juga kita ngurusin rumah tangga orang lain. 

Yang lebih mendesak lagi untuk dilaporkan menurut saya adalah jika aib tersebut menyangkut orang lain. Banyak orang lain! 

Saya benar-benar mau menangis rasanya ketika pada Desember 2021 lalu sempat ada kasus guru pesantren meniduri 13 santriwati yang masih dibawah umur selama bertahun-tahun hingga memiliki anak. Ini kan gila sekali. Kemana pasangan Pak guru itu? Mengapa sampai tidak melaporkan kekejian sedemikian rupa kepada pihak berwajib? Kok ya tega sampai harus ada korban sebanyak itu?

Sekarang saya sangat salut kepada Ibu Nyai di Jember yang berani melaporkan suaminya karena dugaan pencabulan. Memang ini belum terbukti. Tapi kecurigaan dengan kamar pribadi yang memiliki kunci khusus dan rekaman CCTV memang seharusnya sudah cukup untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Jangan sampai kejadian-kejadian yang memakan korban terus berlangsung dalam waktu lama. Ini kan mengerikan sekali. 

Dunia ini membutuhkan orang-orang yang peka untuk bisa membedakan antara yang perlu ditutupi dengan apa yang perlu dilaporkan. 

Banyak kasus istri yang tidak mau melaporkan pasangannya, padahal jelas-jelas melakukan tindakan penipuan yang merugikan banyak orang. Sebenarnya hal ini bisa termasuk yang dikenai hukuman karena dianggap menjadi kaki tangan pelaku kejahatan. Tentunya jika terbukti ia mengetahuinya ya.

Ada tanggung jawab moral di sini! Untuk membantu para korban dan mencegah korban lebih banyak lagi. Sekaligus untuk membuat pasangan segera disadarkan dari kesalahannya. 

Banyak kejahatan semakin menjadi-jadi, hanya karena banyak orang yang tidak punya keberanian untuk membuka masalah. Semoga kita semua dilindungi dari hal-hal seperti ini. 

Mari bantu pasangan untuk menjadi manusia yang lebih baik dengan cara yang bijak dan tepat. 

membantu pasangan ke arah yang lebih baik

(630 kata)
Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Posting Komentar untuk " Perlukah Membuka Aib Pasangan?"