--> Pengalaman Turun Berat Badan 20 kg dengan Hidup Sehat - Cerita Shanty - Perjalanan Belajar Seorang Mamah
lWcg51fin4Fhk7iYMzhi8k0YG8mjAdav5FwgOuRx

Pengalaman Turun Berat Badan 20 kg dengan Hidup Sehat

 

Pengalaman turun berat badan

Dalam blogpost kali ini saya ingin  berbagi pengalaman Didik Fotunadi, teman seangkatan yang berhasil menurunkan berat badannya dari 96 kg ke 77 kg dengan pola hidup sehat. 

Turut berat badan sebenarnya bukan masalah gue banget yang berat badannya mentok di angka 45 kalau lagi habis makan. Tapi ini masalah suami tercinta yang selalu punya cita-cita mulia untuk menurunkan berat badan dan makan sehat. Sayangnya cita-cita, hanya menjadi cita-cita. 

Itu sebabnya saya jadi tertarik ketika Sophi Damayanti teman saya membagikan undangan acara zoom rutin teman-teman ITB 93. Temanya mengenai pengalaman teman seangkatan kami, Didik Fotunadi yang berhasil turun berat badan 20 kg dengan mengatur pola makan dan olahraga. 

Jarang-jarang nih, dengar pengalaman hebat kaya gini dari teman sendiri. 

Berapa Lama Bisa Turun Berat Badan 20 kg?

Cerita bermula pada awal 2019. Saat itu Didik berat badannya mencapai 95 - 96 kg. Standar montoknya bapak-bapak usia pertengahan 40-an lah ya. Ia sampai merasa sulit untuk menalikan tali sepatu (biasa...  keganjel perut) dan gampang capek.

Didik cerita, 

"Di awal 2019 itu saya didiagnostik Atrial Fibrilasi/AF (cat: gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan) dan fokus ke penanganan jantung. Sebulan bisa membaik jadi 50%.

 

Pada awal 2020 performance jantung saya makin baik walau masih ada AF-nya. Saya diminta treadmill dan CT Scan. Ditemukan penyempitan pembuluh darah yang tentu bisa menjadi potensi stroke cukup besar. Ini bersamaan dengan pandemi sehingga strong why untuk olahraga, puasa, dan mengatur makanan harus dilakukan. Kecuali saya ambil risiko terkena stroke lebih besar."

Ia pun mencoba memulai gaya hidup sehat dengan rutin olahraga jalan kaki 2-3 km dengan pace 13” saja. Buat yang belum tahu, pace itu artinya waktu yang dibutuhkan untuk bisa berlari sepanjang 1 km. Sambil juga memperhatikan pola makan. 

Gimana hasilnya? Setelah setahun, masih mentok di 92 kg.

Baru pada Maret 2020, ia mendapat diagnosis beresiko stroke dan harus pasang ring. Sempat sudah bersiap untuk melakukan pengobatan ke Kuala Lumpur. Namun terkendala pandemi. 

Kejadian inilah yang membuat lulusan Geologi ini menemukan strong why-nya. Alhamdulillahnya semesta mendukung. Ada kondisi pandemi yang membuatnya di rumah saja bersama Mamiya, istri tercinta. Kebetulan ART di rumah berhenti, sehingga urusan perdapuran dan makanan bisa diurus penuh oleh Mamiya yang memang sudah lama punya perhatian pada pola makan sehat.

Didik mulai olahraga rutin 4 kali seminggu dan sudah bisa pace 10” ditambah puasa Senin Kamis. Makin semangat ketika berat badan bisa turun di angka 85-86 kg dan bisa jogging dengan pace 9”. Ehm... badan ringan pasti bikin jadi enak ya.

Pada akhir 2020, Didik mencapai berat badan 80 kg dan mampu jogging dengan pace 8”. Dengan terus konsisten menjaga pola makan dan olahraga sekitar 1 jam sehari (4-6 km pace 7”), pada September 2021 Didik berhasil memiliki berat badan 77 kg. 

Katanya sih targetnya di 75 kg. Sekarang banyak orang pangling melihatnya. Lebih sehat, bugar dan terlihat lebih muda. 

Wow banget nggak sih!

didik fotunadi
Didik Fotunadi September 2021. (Sumber: dokumentasi Didik Fotunadi)

Rahasia Makan Sehat Didik Fotunadi

Sebenarnya pola makan seperti apa yang bikin program penurunan  berat badan mantan karyawan KPC & Inco ini berhasil? Untuk menjelaskan mengenai makanan ternyata Didik punya orang khusus yang bayarannya pasti super mahal. Mamiya, sang istri. 

kebiasaan makan sehat
Makan sehat itu perlu jadi kebiasaan

Penjelasan dimulai dengan pentingnya memiliki kebiasaan pola makan yang sehat. Bukan sekedar seminggu makan sehat, 2 minggu cheating ya. Menurut Mamiya, perlu menerapkan pola makan sehat minimal selama 21 hari tanpa cheating sama sekali. 

Angka 21 hari ini konon diambil dari siklus tubuh untuk menghasilkan sel baru. Ya, mungkin kira-kira seperti siklus menstruasi gitu lah. 

Tubuh akan merasakan manfaatnya setelah 21 hari. 

Untuk kasus Didik yang karena PPKM terpaksa di rumah bersama istri dan kedua anak mereka, ia berhasil tidak cheating setidaknya selama 3 bulan pertama. Sepertinya inilah rahasia kesuksesan terbesar Didik.

usus versus otak
Otak dan usus ternyata memang mirip ya bentuknya

Mamiya juga menyampaikan gambar kemiripan antara usus sebagai organ pencernaan dan otak yang menunjukkan kalau keduanya memang berhubungan dan saling melengkapi. 30% kesehatan tubuh dipengaruhi oleh otak dan 70% oleh nutrisi yang dicerna di saluran pencernaan. 

Ini mengingatkan saya pada dokter Hiromi Shinya, MD dalam bukunya Revolusi Awet Muda, Rahasia anti Aging ala dr.Shinya (Qanita, 2015). Sudah terbukti dalam banyak kasus, bahwa dengan memperbaiki pola makan dapat memperbaiki kondisi usus, meningkatkan sistem imunitas, dan menyembuhkan penyakit hingga ke akarnya. 

Bukti bahwa tubuh bagian bawah mengalami pengenduran dan dapat dilihat dari perut yang membuncit padahal tubuh tidak gemuk. Ini terjadi karena usus sebagi organ pencernaan mengalami penurunan dan pengenduran. - dr.Shinya
puasa ala dokter shinya
Pola makan ala dr. Shinya yang menurut Mamiya mirip-mirip yang diterapkan dalam keluarganya. 

Buat yang perlu referensi buku-buku mengenai pola makan sehat dan alami dari dr. Shinya atau dr. Tan Shot Yen, bisa dibaca GRATIS di iPusnas.

Pola Makan Untuk Menurunkan Berat Badan

Jadi bagaimana pola makan yang diatur Mamiya untuk Didik? 

Untuk pagi, diutamakan cairan. Mulai dengan air putih. Kemudian air hangat ditambah sesendok madu dan 2 sendok makan cuka apel. Setelah olahraga sekitar 1 jam, sarapan juice dan smoothie buah dan sayuran. Ada juga salad. Tapi tanpa mayonaise dan saus-sausan ya. 

"Pagi itu waktunya tubuh untuk detoksifikasi, jadi asupan yang baik untuk mendukung proses detoks itu adalah cairan. Apple Cider Vinegar (ACV atau cuka apel) berfungsi untuk menetralkan kondisi lambung dan mempersiapkan lambung menerima asupan makanan selanjutnya. Pagi tidak disarankan makan makanan tinggi karbo dan protein karena akan menghambat proses detoksifikasi." - Mamiya
Jadi nggak ada cerita tu sarapan bubur, nasi uduk, atau nasi kuning pake gorengan. Kalau masih lapar, cukup sediakan menu kukus-kukusan dan buah.

Baru makan siangnya makan nasi 150 gram. Nggak perlu repot tiap makan harus nimbang sih kata Mamiya. Cukup sekali saja buat tahu ukurannya. Enaknya pakai seperti cetakan mangkuk kecil yang tetap. Selain berfungsi mengukur, ternyata tampilan nasi tercetak seperti di rumah makan padang itu bisa bikin tampilan makanan cantik yang menggugah selera loh.

Mamiya juga mengingatkan untuk memvariasikan berbagai jenis karbohidrat. Seperti memakai jenis umbi-umbian, nasi merah, coklat, hitam, tiwul, gaplek, dan lainnya.

Ini yang menarik juga dari cerita Mamiya. Walau sangat memperhatikan makanan sehat, itu tidak berarti memberikan makanan yang rasa dan tampilannya tidak enak atau menarik. Suami dan anak-anak perlu tetap semangat menikmati makanan sehat mereka. 

Untuk makan siang bisa lumayan berat dengan sayuran dan protein. Karbohidratnya bisa dikombinasikan juga dengan umbi-umbian dan sayur matang. 

Untuk makan malam sekitar pukul 7 ditutup dengan salad. Memang sih, kadang jam 9 Didik mulai buka-buka Tupperware. Tapi mungkin karena dipelototin, yang tadinya mau ambil 10 keping, jadi cuma 5 keping.

Menu sehat menurunkan berat badan
Menu sehat Didik yang disiapkan Mamiya. (Sumber: Dokumentasi Mamiya)

Yang paling diharamkan di rumah mereka adalah produk gluten, gula, dan produk susu dan olahannya. Dan mie instan tentu saja. Mamiya mengaku sudah sekitar 9 tahun tidak makan mie-mie an. Kalau Didik sudah sekitar 2 tahun. Diingatkan juga kalau produk gula diet itu sebenarnya tidak bagus juga. 

Saran lain dari Mamiya adalah mengganti garam dengan garam laut, minyak goreng menggunakan minyak kelapa, dan menghindari saus-sausan. Telur pun lumayan jarang-jarang. Satu minggu paling jatahnya 2 kali.

Entah kenapa di kepala saya ini rasanya uang belanja bisa jadi lebih murah deh. 

Ini serius nggak ada jajan di luar sama sekali? Ada sih seminggu sekali aku mereka. Seperti Pizza atau siomay. Tapi ini diperlakukan sebagai makanan utama, bukan cemilan. 

Pola makan sehat itu perlu ada ilmunya agar kebutuhan gizi bisa tetap seimbang. Banyak kok resep-resep makanan sehat yang bisa kita dapat di internet. Tinggal butuh niat aja nih.

menu makan sehat harian didik
Sarapan juice & smoothie sayur buah dan makan siang (sumber: dokumentasi Mamiya)

Ini serius Dik, bisa disiplin makan kaya gitu? Saya nggak bisa bayangkan suami yang biasanya makan ala tukang beca kuat dengan gaya makan seperti ini.  

"Awal-awal godaan itu tentu ada, tapi ya strong why-nya yang menahan itu, dan jadi opsi jika memang masih lapar bisa provide buah atau saladnya. Buah banyak macam dan bisa dipilih yang cocok dan disukai," kata Direktur Operasi sebuah perusahaan surveyor di Jakarta ini.

"Sekarang, jika saya cheating.. misalnya makan lebih banyak, memang tubuh justru menolak, merasa tidak nyaman... Alhamdulillah secara penyesuain tubuh sudah terbiasa dengan pola ini. Jadi cheating pun sebenarnya untuk rasa, tapi porsi sudah bukan kaya dulu lagi," lanjutnya

Di ruang zoom godaan undangan makan enak-enak pun langsung keluar dari kami-kami yang ngedengerin sambil ngemil eskrim atau mie instans. 

10 Tips Menurunkan Berat Badan dari Mamiya

Berdasarkan pengalamannya, berikut Mamiya memberikan 10 langkah yang bisa dilakukan untuk mulai menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih bugar.

#1 Mulai dari dapur (pilih bahan makanan yang sehat dan ganti yang tidak sehat)
#2 Perhatikan label makanan saat belanja
#3 Makanlah dengan mindful (dikunyah baik-baik dan tidak terburu-buru agar mudah dicerna usus)
#4 Olahraga rutin, terukur, dan disiplin
#5 Istirahat yang cukup (6-8 jam)
#6 Cukup minum air putih (bukan teh manis atau kopi ya)
#7 Mengelola stress
#8 Latihan napas ringan
#9 Asupan prebiotik & probiotik
#10 Puasa Senin Kamis atau diet intermittent fasting

Karena kalau saya kepengennya menaikkan berat badan, saya dapat ilmu tambahan nih dari Mamiya agar bisa sedikit montok. 

"Tambahkan lemak baik setiap hari 2 sendok. Bisa minum VCO atau olive oil atau avocado oil atau fish oil. Tambahkan juga asupan protein dari kacang-kacangan kecuali kacang tanah (hi allergic). Minum susu dari kacang almond, cashew atau coconut milk (santan). 

Perlu dipertimbangkan untuk minum suplemen enzym. Biasa orang yang susah naik berat badan ada sesuatu dengan enzym pencernaanya. Coba tambahkan enzym pencernaan agar penyerapan nutrisi lebih optimal lagi. Probiotik juga perlu untuk menambah bakteri baik di usus. Probiotik ini untuk semua sebenarnya perlu," jelas mama cantik yang biasa nerima pesanan kue-kue tiramisu yang yummy-yummy itu. 

Sebenarnya menarik ya, kalau orang lain masa pandemi dan di rumah adalah alasan untuk badan jadi melebar. Didik malah sebaliknya. Di rumah adalah tempatnya pola makan teratur dan sehat. 

Beneran ya, Dibalik suami yang sehat, ada istri yang cantik  terniat!

Motivasi Menjalankan Pola Hidup Sehat

Yang jadi masalah banyak orang sebenarnya lebih ke menemukan strong why untuk bisa melakukan pola hidup sehat dengan konsisten. Didik perlu sakit lumayan parah untuk akhirnya tobat dan mampu disiplin. 

Masa ia sih, kita perlu sakit parah dulu juga untuk bisa lebih sadar dengan kesehatan? Ia kalau Yang Di Atas masih memberi kesempatan. Bagaimana kalau tidak?

Mamiya yang sudah menjalankan pola hidup sehat sejak 2013, membagikan sedikit bagaimana ia memiliki motivasi itu. Motivasi datang saat melihat kakaknya yang stroke di usia 45 tahun (seusia kami-kami sekarang ini). Selama 5 tahun hidupnya harus dibantu orang lain. Sejak itu, Mamiya bertekad untuk hidup sehat agar jangan sampai menyusahkan anak-anak di usia tua. 

Tidak perlu sakit dulu, untuk dapat motivasi menjalankan pola hidup sehat.

Penutup

Sebelum melakukan diet sendiri, Didik mengaku sudah sempat mencoba cara lain untuk pola makannya. Seperti berkonsultasi dengan dokter gizi terbaik dan mencoba menu katering sehat yang harga seporsinya cukup mahal. Tapi tidak ada yang berhasil.

Ternyata benar ya, untuk sehat kita perlu dukungan orang-orang terdekat dan tentu saja kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri untuk memulai dan konsisten.

Kalau Didik dan keluarga bisa, bukan tidak mungkin, kita juga Insya Allah bisa! 
Terima kasih banyak Didik & Mamiya atas sharingnya. Semoga kita sehat-sehat terus semuanya.


 
zoom rutin itb 93
Sekitar 24 orang yang ikutan nyimak cerita Didik di Zoom rutin ITB 93. Makasih Sophi & Ulli yang sudah jadi MC.
 
(1850 kata)

Related Posts
Shanty Dewi Arifin
Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Related Posts

1 komentar

  1. Memang harus ada strong why ya mbak. Ini sekalian buat ttm kah? Haha teteup aja nanyain ttm ��

    BalasHapus