--> Seri Cerita Kenangan Nh Dini, Cara Menarik Merekam Pengalaman Hidup - Cerita Shanty
lWcg51fin4Fhk7iYMzhi8k0YG8mjAdav5FwgOuRx

Seri Cerita Kenangan Nh Dini, Cara Menarik Merekam Pengalaman Hidup

Seri Cerita Kenangan Nh Dini



Mau pengakuan dosa dulu nih. Sebulanan ini saya nggak bisa nulis blogpost satu pun! 

Emang ngapain aja Shan? 

Saya lagi asyik banget mengikuti keseharian seorang penulis perempuan legendaris kelahiran 29 Februari 1936.  The one and only, Nh Dini.

Semua bermula dari kesambit klik buku Nh Dini, Api Seorang Penulis (Pusat Data & Analisa Tempo, 2019) di iPusnas. Siapa sangka, kumpulan beberapa artikel majalah Tempo mengenai Nh Dini, benar-benar menggugah rasa ingin tahu untuk baca-baca karya beliau.

Sekilas tentang Nh Dini

Kenapa sih beliau ini kayanya legend banget? Tau sih ada nama lain seperti Marga T atau Mira W. Tapi sepertinya Bu Dini punya tempat tersendiri di hati penggemarnya.

Sejujurnya saya juga sebelumnya hanya tahu nama beliau. Belum pernah terlalu tertarik untuk membaca salah satu karya. Entah karena cover-cover buku beliau yang begitu sederhana, atau emang belum sempat aja sih.

Beliau ini memang penulis perempuan yang paling senior. Nh Dini sudah mempublikasikan karya pertamanya sejak tahun 1951. Marga T saja lahir tahun 1943 dan Mira W baru lahir tahun 1951. 

Hingga akhir masa hidup Nh Dini pada tahun 2018, beliau sudah membukukan 40 buku. 67 tahun berkarya sebagai penulis yang hidup mandiri hingga usianya 82 tahun. 

Jadi ngerti lah ya kenapa beliau ini legend banget dan begitu seringnya diundang jadi pembicara baik nasional dan internasional. 

Jadi gimana ceritanya itu? Kok beliau bisa setabah itu? Jadi apa rahasianya?


Seri Cerita Kenangan Nh Dini

Semuanya rahasia itu ada dalam Seri Cerita Kenangan. Nggak tanggung-tanggung, total ada 15 buku dalam seri ini.

5 buku mewakili masa kanak-kanak, 5 buku menceritakan masa remaja dan kehidupan masa pernikahan, serta 5 buku masa tua tentang masa tua beliau di Indonesia.

Mamanya Marie-Claire Lintang Coffin dan sutradara Minions Pierre Louis Padang Coffin ini perjalanan hidupnya nggak sinetron-sinetron amat juga sih. 

Normal-normal aja sebenarnya. Dimulai dari masa kecil di Semarang sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara. Mengalami masa-masa sulit saat penjajahan Jepang, dan perang Kemerdekaan. Menemukan bakat menulisnya sejak kecil. Ditinggal meninggal ayahnya saat usia SMP.

Sempat mendapat pengalaman menjadi penyiar RRI Semarang dan pramugari Garuda. Menikah dengan diplomat Prancis. Melanglang buana mendampingi suami bertugas ke Jepang, Kamboja, Manila, Belanda, Amerika, dan Prancis. 

Merasakan jatuh cinta dengan seorang Kapten Kapal. Bercerai setelah 20 tahun menikah. Kembali ke Indonesia. Hidup sebagai manula yang mandiri dan produktif. 

Saya baca 4 buku saja dari Seri Cerita Kenangan yang bisa dibaca gratis di iPusnas, benar-benar dibuat jadi ketagihan. Sampai saya harus mencari-cari resume berbagai isi buku lainnya dari Google Play Book atau ulasan-ulasan skripsi anak-anak sastra. 

Saya rasanya benar-benar ingin memiliki ke-15 Seri Cerita Kenangan ini dengan lengkap. Standing ovation lah buat Bu Dini.


Mengapa Seri Cerita Kenangan Menarik?

Kalau kata saya sih rahasianya ada di Kejujuran.

Cara menulis Bu Dini tu asyik buat diikuti. Kita seperti diajak masuk ke kepala dan cara berpikir seorang Nh Dini dalam memandang kehidupan. Terlepas dari beliau adalah seorang legenda dan kita kepo abis dengan kehidupannya. Tapi memang cara bercerita Bu Dini itu begitu cerdas dan asyik untuk dinikmati. 

Saya pernah membaca catatan hariannya Hatta dalam buku Trilogi Untukmu Negeriku. Ini juga tipe autobiografi yang sangat saya kagumi. Sangat detil, rapi, dan memberi deskripsi yang jelas mengenai keadaan suatu zaman.

Namun jika harus memilih, saya akan lebih kena dengan cara penulisan Nh Dini. Mungkin karena yang menulisnya perempuan ya. Ada rasa lebih akrab, emosionil, dan khas cewek banget.

Bisa jadi kita nggak selalu sepaham dengan penulis, tapi kita jadi tahu mengapa beliau berpendapat seperti itu.

Bu Dini dalam bercerita, santai saja menceritakan sejumlah detil obrolannya dengan orang lain. Ada yang bagus, tapi tidak jarang juga yang terasa menjelekkan orang lain. Bu Dini bisa dengan jujur menyampaikan ketidaksukaannya atau kemarahannya terhadap orang lain. 

Saya kadang mikir, ini apa orang yang dimaksud apa nggak tersinggung ya? 

Seperti bagaimana ia tidak mau menyapa tetangganya yang selalu bikin suara berisik dan mengganggu Pondok Bacanya yang seharusnya tenang. Beliau secara gamblang menceritakan ketidaksukaannya. 


Mengapa Seri Cerita Kenangan Ditulis?

Sebenarnya awalnya Nh Dini menulis kisah masa kecilnya hanya untuk pribadi. Untuk Ibu dan Kakaknya. Namun seiring waktu, banyak orang tertarik dan bertanya tentang latar belakang hidupnya. Ya sudah daripada repot-repot menjawab berulang kali, mending suruh baca aja sendiri dalam bentuk buku.

Beneran cara cerdas Bu! Bisa sekalian dapat royalti lagi kan. 

Sebenarnya saat belum mengerti tentang Seri Cerita Kenangan ini, saya agak bingung membaca novelnya Nh Dini. Ini cerita asli atau khayalan. Karena begitu banyak cerita novel yang seperti kehidupan asli Bu Dini.

Seperti saat membaca La Barka. Tokoh yang bernama Rina itu kok ya menurut saya Nh Dini sekali. Rumah La Barka itu juga memang ada dalam salah satu Seri Cerita Kenangan. Begitu juga ketika membaca Pada Sebuah Kapal. Sri itu kok ya Nh Dini sekali.

Padahal ya nggak juga. Novel berbeda dengan Seri Cerita Kenangan. Yang cerita asli Nh Dini ada di Seri Cerita Kenangan. Kalau sudah baca Cerita Kenangan, kita jadi bisa memisahkan mana Nh Dini, dan kita jadi tahu darimana beliau mendapatkan ide ceritanya.

Saya masih heran, ternyata masih banyak orang yang ketuker. Menganggap Seri Cerita Kenangan sebagai cerita fiksi, sementara novel Nh Dini sebagai cerita asli. Sepanjang hidupnya Nh Dini sempat membuat 12 novel dan 7 buku kumpulan cerpen. Dan tentu saja 15 buku Seri Cerita Kenangan.


15 Seri Cerita Kenangan 

Saya sebenarnya belum membaca semua Seri Cerita Kenangan. Beberapa resume saya dapatkan dari Goodreads dan hasil ngintip isi bukunya dari beberapa sumber seperti skripsi mahasiswa sastra atau Free Sample di Google Books. 

Berikut 15 judul Seri Cerita Kenangan karya Nh Dini:

Seri Cerita Kenangan Nh Dini

#1 Sebuah Lorong di Kotaku (1978) 

Menceritakan masa kecil Nh Dini saat akhir masa penjajahan Belanda dan mulai masuknya tentara Jepang.

#2 Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979) 

- tersedia di iPusnas

Kehidupan keluarga Nh Dini saat memasuki masa perang Kemerdekaan.

#3 Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979) 

Masa serba kekurangan di Semarang.

#4 Sekayu (1988) 

Masa awal remaja.

#5 Kuncup Berseri (1982) 

Masa bersekolah di SMA Sastra dan anak dari seorang janda yang hidup tanpa santunan. Novel Dua Dunia terbit saat ia kelas 3 SMA tahun 1956 (20 tahun).

Seri Cerita Kenangan Nh Dini

#6 Kemayoran (2000)

Masa berangkat ke Jakarta untuk menjadi Pramugari di Garuda Indonesia. Bertemu dengan Yves Coffin, seorang diplomat Prancis.

 #7 Jepun Negerinya Hiroko  (2001) 

Masa hidup di Jepang dan memiliki anak pertama. Bagaimana suaminya mulai berubah dan menjadi kasar.

#8 Dari Parangakik ke Kampuchea (2003)

Masa rumah tangga Nh Dini diujung tanduk. Ia menggunakan istilah yang cukup menarik untuk menggambarkannya,  'kerumpilan'.

#9 Dari Fontenay ke Magallianes (2005) 

Masa bagaimana Nh Dini menemukan laki-laki lain bisa memberinya cinta. Kesibukannya bersama anak-anaknya yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.

#10 La Grande Borne (2007)

Masa hubungan rumah tangga yang makin memburuk.

Seri Cerita Kenangan Nh Dini


#11 Argenteuil: Hidup Memisahkan Diri (2008) 

Masa Nh Dini hidup sendiri di Paris dan bekerja sebagai pengasuh orang tua.

#12 Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang (2012) 

- Tersedia di iPusnas

Masa akhir di Prancis dan mengurus kepulangan ke Indonesia.

#13 Pondok Baca Kembali ke Semarang (2011) 

- Tersedia di iPusnas

Masa tahun 1980 saat kembali ke Tanah Air. Mendirikan pondok baca.

#14 Dari Ngalian ke Sendowo (2015) 

- Tersedia di iPusnas

Memutuskan pindah Graha Wredha Mulya di Yogyakarta

#15 Gunung Ungaran (Juni 2018)

Memilih pindah ke Lerep di lereng Gunung Ungaran. Masih tetap aktif menerima undangan sebagai pembicara.

Kesimpulan

Kalau teman-teman suka menulis curhatan, sangat saya sarankan untuk membaca setidaknya 1 dari Seri Cerita Kenangan Nh Dini ini. Karena kita jadi bisa mendapat wawasan mengenai bagaimana caranya mereka sebuah pengalaman hidup. Apakah itu sekedar remeh-temeh, sesuatu yang rutin, atau hal-hal yang sangat penting dalam hidup kita.

Kita tidak akan pernah tahu, bagaimana pengalaman sederhana kita bisa memberikan inspirasi yang begitu berarti untuk hidup orang lain. 

Selamat membaca teman-teman...



Tulisan ini dibuat dalam rangka Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog ke-3 bulan April 2021 dengan tema  Review Buku Perempuan Inspiratif.

Related Posts
Shanty Dewi Arifin
Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Related Posts

2 komentar

  1. Belum pernah baca novelnya, huhuhu... Dan baru tau ada seri cerita kenangan juga... Saya jadi tertarik baca seri kenangannya nih teh...

    BalasHapus
  2. Waah makasih Teh Santi udah nulis ulasan ini, langsung bertekad meluncur ke ipusnas jugaa ...

    BalasHapus