Mengapa Kita Perlu Tahu Ilmu Monetisasi Blog Padahal Page View Masih Mengenaskan?

Jumat, Maret 01, 2019


Pada Sabtu, 9 Februari 2019 lalu, saya dapat kesempatan bisa cipika-cipiki sama teman-teman KEB Bandung di Ngopi Doeloe Cafe, Jl. Purnawarman Bandung.

Jadi ceritanya kami mau dapat ilmu mengenai Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan di Blog. Materinya akan disampaikan oleh Mbak Ilona Juwita, CEO Props. ProPS atau PT Promeda Punggawa Satu yang berdiri tahun 2016 adalah sebuah perusahaan yang akan membantu para publisher atau pemilik blog untuk bisa mengoptimalkan iklan di blog mereka. ProPS ini juga adalah Google Channel Partner. Jadi cukup terpercaya lah ya.

Sejujurnya kalau urusan monetisasi blog, saya biasanya langsung melipir di pojokan. Bukan apa-apa, masih malu melihat jumlah page view di Google Analytics yang masih di kisaran antara 100 - 500 page view saja per hari. Mending kalau menulisnya rajin. Lah ini masih Senin-Kamis dengan kualitas yang ya…begitu deh.

Jadi sebenarnya masih panjang perjalanan ke masalah monetisasi blog.

Tapi selama ini saya nggak maju-maju juga kemampuan menulisnya. Kebanyakan mikirnya daripada nulisnya. Sepertinya saya memang perlu suntikan semangat dari teman-teman blogger dan ilmu baru yang bisa membuka wawasan saya yang pemalu ini.

Ternyata benar juga, di acara ini selain dapat materi, saya juga berkesempatan ngobrol dengan teman-teman semeja yang blognya cakep-cakep.

Ada Sri Alhidayati yang cerita pengalamannya pasang Google Adsense yang ternyata nggak ribet-ribet amat. Juga ada si cantik Maila Siza yang baru mengganti platform blognya dari Blogspot ke Wordpress karena permintaan sebuah agen di luar negeri. Katanya sih, orang luar hanya mau kerjasama kalau platform blog menggunakan Wordpress, dan bukan Blogspot.

Tu ya…selalu ada ilmu baru tiap ketemu teman-teman blogger yang asyik-asyik ini. Asyik ngobrol, kita bertiga malah lupa selfian bertiga.

Peserta KEB Bandung lagi nyimak materi dari Mbak Ilona Juwita. Foto: Ardian Kusuma

Banyak Jalan Dapat Uang dari Blog

Sekarang waktunya kita masuk ke cerita Mbak Ilona dari ProPS ya. Dalam acara yang berlangsung dari pukul 11.00 - 14.00 wib ini, disampaikan bahwa ada banyak jalan bisa cari uang dari blog.
Selama ini saya paling tahunya dapat uang dari blog paling dari menulis blogpost yang mengiklankan sebuah produk tertentu.

Masalahnya, postingan endoser di blog juga kan nggak bisa banyak-banyak. Seperti kaya nonton televisi saja. Nggak mungkin kan kalau kita menyuguhi pembaca kita dengan iklan semua. Pasti pada langsung ganti channel deh.

Jadi paling postingan pesanan cuma bisa beberapa dalam 1 bulan. Nah ternyata selain membuat tulisan pesanan, kita juga bisa dapat uang dari blog dengan cara berikut:

#1 Berjualan produk digital 

Sering kita lihat blog yang menjual e-book, pelatihan online, photo, atau video. Bahkan selanjutnya bisa berkembang menjadi bentuk fisik dan offline.

Banyak blogger yang kemudian menjadi penulis buku bestseller New York Times. Seperti Rubin Gretchen dan Mark Manson yang kini buku-bukunya bestseller di toko buku. Kalau sudah terkenal seperti itu, mereka pun jadi laris manis diundang sebagai pembicara.

#2 Memasang link afiliasi

Jadi pemilik blog bisa mendapatkan sekian persen dari produk yang dibeli pengunjung yang meng-klik link afiliasi di blog kita. Yang saya tahu, Mizan store memiliki program link afiliasi ini.

#3 Iklan

Nah iklan ini yang akan panjang lebar dibahas hari ini. Seperti YouTube, iklan memang bisa jadi tambang emas yang sangat luar biasa bagi para blogger.

Memang sih, seperti pernah disebutkan oleh bloggingbasic101.com, kalau ada beberapa blog keren yang bisa menghasilkan jutaan dollar setiap bulan. Duh, mata jadi langsung ijo bacanya. Tapi kita harus tahu juga, kalau umumnya penghasilan blog itu tidak lebih dari 2000 dollar per tahun.

Ini mereka di negara yang bahasa ibunya bahasa Inggris, di Indonesia sini ya…sepersekiannya lah.

Ilona Juwita, CEO ProPS di acara KEBelajar Bandung. Foto Ardian Kusuma

Kenapa blog saya belum bisa menghasilkan dari iklan?

Dalam kesempatan ini, Mbak Ilona menyampaikan 3 masalah utama dalam memonetisasi blog.

#1 Performance website memang belum OK

Pengunjungnya masih terlalu sedikit, waktu untuk mengakses blog terlalu lama (page latency), dan pengunjung blog yang dinilai tidak berkualitas.

Page latency bisa terjadi karena tidak optimalnya penggunaan plugin. Ini pasti buat yang pakai platform wordpress. Karena yang pakai Blogspot kaya blog ini, nggak ada plugin-plugin-an.
Kalau yang saya tahu, yang bikin lambat itu juga adalah ukuran gambar yang terlalu besar. Saya perhatikan, blog-blog luar hanya menggunakan image-image dengan size sekitar 50kb saja.

Mengenai pengunjung blog yang dinilai tidak berkualitas ini, ternyata Google punya kriterianya sendiri. Google ini bisa tahu loh kalau kita klik iklan di blog sendiri, memakai jasa orang lain mengklik iklan di blog kita, atau bahkan kalau menggunakan robot.

Saya sempat juga nih berkunjung ke sebuah blog, kemudian dapat pesan kalau saya harus mencontreng tanda bahwa saya bukan robot. Sepertinya ini termasuk blog yang dicurigai Google karena memiliki traffic tinggi tapi tidak berkualitas.



#2 Layout Desain Website yang kurang menarik

Format iklan dan ukurannya tidak optimal, posisi iklan yang tidak mudah dilihat, dan tidak memperhatikan tampilan mobile di layar smartphone.
Usahakan tidak meletakkan iklan di widget sebelah kanan. Karena widget sebelah kanan, jika di mobile akan terlihat jauh di bagian bawah. Jarang loh, orang main sampai ke bawah-bawah. Jadi amannya, taruhlah iklan di bagian tengah post.

#3 Tidak mengoptimalisasi platform

Umumnya blogger masih belum maksimal dalam menggunakan AdSense dan AdExchange.
Jadi makhluk apa itu Adsense dan AdExchange ini? AdSense itu menggunakan sistem Pay per Click (CPC), dimana advertiser membayar atas setiap klik pada iklannya.
Sedangkan AdExchange adalah next level dari AdSense yang menggunakan sistem Pay per Impression (CPM), dimana advertiser membayar atas setiap iklannya dilihat orang. Canggih ya, nggak usah diklik, cukup dilihat saja bisa dapat uang.

Tapi tidak semudah itu Ferguso! AdExchange ini mainannya mereka yang punya minimal 20 juta page view per bulan. Eh tapi buat teman-teman yang setidaknya bisa sampai 5 juta page view per bulan, bisa kok dibantuin sama ProPS untuk bisa dioptimalkan blognya.

Mungkin Nggak Sih Blog Indonesia Meraih Pengunjung Internasional?

Apa sih yang nggak mungkin kalau Tuhan mengizinkan? Mbak Ilona sempat loh cerita tentang sebuah blog nasional yang bisa dapat global audience. Sebuah blog tentang budaya Indonesia yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Sebagai penutup, Mbak Ilona menyampaikan tips untuk membuat konten yang menarik untuk para pembaca internasional:

#1 Tentukan target audience.

#2 Buat konten yang tidak lekang waktu (evergreen)

#3 Konten lokal sebagai informasi untuk orang luar

Jadi perlu dipastikan untuk menggunakan konteks, kata, dan image yang universal. Jangan menggunakan istilah yang hanya dipahami oleh orang Indonesia.

#4 Perhatikan SEO dengan menggunakan keyword yang tepat

#5 Jangan ragu untuk meminta bantuan jasa translator jika bahasa Inggrismu masih rasa rendang dan belum rasa hamburger.

Ah…kenyang juga dapat banyak ilmu dari acara #KEBBelajar kali ini. Jadi walau page view masih mengenaskan, mengetahui ilmu ini bisa membuka wawasan kita untuk berstrategi membuat blog semakin banyak dikunjungi dan bermanfaat bagi para pembacanya.

Terima kasih ya KEB dan ProPS yang sudah menyelenggarakan acara kece kaya gini. Ditunggu undangannya untuk topik-topik lain.

Serunya ketemu teman-teman KEB Bandung. Foto: Ardian Kusuma

2 komentar:

  1. Aku juga pilih-pilih job bun. Kasian juga pembacanya kalau dikasih konten sponsored post smua. Apalagi blog aku berniche parenting. Jadi dia punya pembaca yg loyal. Jadi kalau aku nggak hati2 juga, mereka bisa pergi hahahah. Aku juga ga mau juga kalau kbnyakan sponsored post di blog aku

    BalasHapus
  2. Terima kasih untuk tipsnya bunda

    Saat ini memang masih ingin menulis dulu saja. Berbagi ilmu sedikit-sedikit 😊

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.