Bagaimana bisa menjadi tua dengan sehat?

August 12, 2018
Sumber: Pexel

Coba siapa yang belum tahu kalau Sandiaga Uno dan Anies Baswedan itu seumuran? Cuma beda 2 bulan kurang saja. Pak Anies lahir awal Mei, sementara Mas Sandiaga lahir akhir Juni 49 tahun yang lalu. Keduanya menjelang 50 loh! Saya sempat mengira Sandiaga itu beda-beda tipis lah sama AHY yang kemarin ulang tahun ke-40.

Eits, jangan kabur dulu ya. Kita bukan mau ngomongin politik kok. Tapi mau bahas kenapa itu si Mas bisa terlihat muda begitu? Masa sih dia operasi plastik seperti Oppa-oppa Korea itu? Beliau kan tajir melintir begitu.

Baru 2 minggu lalu saya menghadiri acara #reuniperak93itb. Setelah meninggalkan kampus sekitar 20 tahun lalu, kini umur kami rata-rata berkisar di angka 42-44 tahun lah. 30 orang dari 1500 orang di angkatan kami bahkan sudah berpulang.

Adalah sangat umum penampakan teman-teman yang berbadan melebar. Duh jangan tersinggung ya. Saya pun jauh dari ideal. Sudah bawaan orok, kerempeng tipis kaya papan penggilesan begini. Suami saya pun bagian dari sejuta umat yang berbadan subur sebagai tanda kemapanan hidup di usianya yang ke-43.

Kami pun jadi ngobrol-ngobrol mengenai teman-teman kami yang lain. Kami kurang kerjaan membahas teman-teman seumuran kami manakah yang badannya bisa ideal. Ternyata tidak banyak. Umumnya memang montok sehat ala obelix. Ha….ha….

Dari segelintir yang berbadan ideal itu, umumnya mereka adalah orang-orang yang hobi olahraga. Seperti si Mas Sandiaga yang terkenal sebagai pelari. Ternyata ritualnya adalah lari pagi setelah subuh, dilanjutkan dengan renang dan main basket. Mak, bacanya aja capek Mas!

Saya terus terang kagum sama para senior yang terlihat bugar di usia senja mereka. Ada Mahathir Mohammad di usia 93. Ada neneknya Pangeran William, Ratu Elizabeth di usia 92 tahun. Selain itu ada juga Kaisar Jepang Akihito 84 tahun dan Presiden Kuba Raul Castro 87 tahun.

Kalau di Indonesia ada Titik Puspa 80 tahun, Quraish Shihab dan sahabatnya Gus Mus 74 tahun, atau BJ Habibie 82 tahun. Dan mereka ini masih terlihat bugar ya. Luar biasa sekali.

Papa dan Mama saya di Lombok beberapa hari yang lalu.
Sebenarnya Papa saya sendiri yang kelahiran tahun 1945 Alhamdulillah masih terlihat bugar hingga hari ini. Papa saya yang usianya gampang diingat karena sama dengan ulang tahun Indonesia ini, memang sempat pasang ring di jantungnya. Tapi secara umum masih bugar dengan berat badan ideal dan bisa menyetir mobil sendiri kemana-mana. Kalau si Papa ini menurutku rahasianya hanya di cara berpikir yang santai dan nggak ribet aja. Karena kalau soal olahraga di usia 40-an ke atas sih nggak. Walau mengaku masa mudanya aktif berolahraga bela diri dan tenis.

Saya pun membayangkan, seperti apa kondisi saya pada reuni 50 tahun, 25 tahun dari sekarang. Saat itu usia saya menjelang 70 tahun. Kalau masih dikasih umur, akan kah saya masih bugar dan sehat? Sementara saat ini saya masih malas olahraga dan malas makan sehat.

Pagi ini di Kompas Minggu, 12 Agustus 2018 ada sebuah artikel di halaman pertama berjudul Nyala Semangat Usia Senja. Dalam artikel itu dibahas mengenai reuni 50 tahun mahasiswa Fakultas Kedokteran UI yang puncak acaranya dilaksanakan pada bulan Desember tahun ini. Dari 120 dokter yang kini berusia pertengahan 70-an ini, hanya tinggal 60 orang yang masih di atas tanah. Itu pun tidak semuanya sehat 100%. Ada yang tidak bisa jalan, setengah lumpuh, atau pikun.

Masya Allah, padahal ini para dokter yang mestinya lebih paham mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit loh. Ternyata benar ya, tahu teori saja tidak cukup. Jangan utama itu adalah pengamalannya sehari-hari dalam jangka waktu yang lama dan konsisten.

Tapi yang menarik adalah perbincangan mereka mengenai rencana untuk membuat buku sebagai panduan bagi generasi muda untuk mencapai usia tua yang berkualitas. Jadi ceritanya para senior ini  akan bercerita pengalaman mereka, agar para kaum muda ingat untuk menjaga pola hidup sehat mereka sejak dini. Jangan mentang-mentang masih 20-an atau 30-an santai mengikuti hawa nafsu karena efeknya belum terasa. Wah, saya belum apa-apa kok sudah pengen beli buku ini Dok.

Tapi bukan masalah sejauh mana kita tahu informasi mengenai hidup sehat. Yang utama adalah tetap mulai mempratekkan hidup sehat demi 10 hingga 20 tahun ke depan. Tidak ada kata terlambat. Yuk ah semangat untuk memperhatikan pola hidup sehat! Semoga bisa jadi contoh nyata buat anak cucu tercinta.

Semoga bisa istiqomah demi #reuni50tahun yang sehat dan bahagia.

No comments:

Powered by Blogger.