Mulai Saja Dulu, Semangat Tahun Baru
Tahun baru semangat baru.
Selalu saja begitu. Sayangnya, besok atau lusa semangat itu sudah pudar. So what? Emangnya kenapa kalau semangat itu begitu mudah hilang. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, nggak apa-apa kok kalau semangat datang hanya sesaat. FOMO saja. Setelah itu menguap begitu saja dengan meninggalkan rasa gagal yang membebani.
Apakah saya tidak mungkin sekali ini berubah? Mungkinkah bisa sekali saja berbeda dengan bisa semangat terus sepanjang tahun? Jujur pesimis sih. Karena rasanya belum ada tuh track record keberhasilan kalau saya mampu mempertahankan semangat membara dalam waktu yang lama. Paling mentok 1 bulan saja!
Tentang Waktu yang Cepat Berlalu
Kemarin di koran Kompas sempat dibahas mengenai waktu yang terasa begitu cepat berlalu. Kok tahu-tahu sudah tahun baru lagi ya. Perasaan resolusi tahun lalu belum ada yang beres deh. Ini perasaan saya saja atau sejuta umat merasakan hal yang sama?
Ternyata kalau menurut artikel tersebut, waktu terasa cepat berlalu karena kita menghabiskan waktu dengan rutinitas yang sama. Rutin urus rumah, rutin kerja, rutin scrolling sosmed, rutin malas-malasan, rutin netflix-an. Rutinitas membuat kita melupakan makna dalam setiap yang kita kerjakan. Dan ini yang membuat kita tanpa sadar melalui waktu dengan sangat cepat.
Belum ini, belum itu, lah… tahu-tahu waktunya habis. Baru takbiratul ihram, lah tahu-tahu kok sudah salam aja. Tadi itu baca apa ya?
Berbeda halnya ketika kita melakukan hal baru yang berbeda. Hal baru, membuat pikiran kita menjadi lebih berkonsentrasi. Otak kita menjadi lebih awas dan merasa tertantang. Ada sensasi yang belum pernah kita rasakan dan membuat kita penasaran.
Dari yang biasa tangan selalu pegang ponsel untuk scrolling sosmed, mencoba mengganti dengan pegang buku yang nyaris bulukan dalam rak TBR (to be read). Buka halaman pertama, bab pertama, bab kedua, eh… kok jadi susah berhenti ya. Ada sensasi baru di sana. Bukunya seru!
Dari yang biasa berlama-lama makan sambil nonton, mencoba makan dengan fokus dan sat set. Ternyata memang seru juga sih.
Satu jam baca buku, menulis, atau fokus melakukan hal baru, terasa lebih bermakna dibandingkan dengan kebiasaan 1 jam scrolling sosmed. Waktu terasa jadi lebih lama. Bukan yang tahu-tahu sudah berlalu saja. Ajaib sih memang ini.
Jadi ini yang sepertinya akan saya lakukan di tahun 2026 ini. Mencoba melakukan sesuatu yang berbeda setiap hari untuk bisa menjaga semangat tidak mudah kendor.
Memang sih, ada rasa takut untuk memulai dan mencoba hal baru. Beban untuk kembali gagal akan selalu hadir. Kalau gagal lagi bagaimana? Eh, sebenarnya nggak apa-apa sih kalau kembali mengulang kegagalan. Karena akan selalu bisa memulainya lagi. Setiap hari adalah akan selalu bisa dijadikan awal yang baru dengan semangat baru.
Yang penting… Mulai saja dulu, dan jangan menunda. Saya sudah menunda terlalu lama. Selalu berharap esok akan lebih siap. Esok akan lebih mudah. Esok akan lebih baik. Faktanya hari ini usia saya sudah 50 tahun lebih 122 hari. Dan ternyata saya tidak lebih siap dibanding 10 tahun lalu.
Pagi 1 Januari 2026 di Bandung ternyata ramai loh. Walau semalam pesta kembang api terdengar meriah, pagi ini di sejumlah lapangan olahraga seperti Kiara Artha Park, Gasibu, Dago, dan sekitarnya banyak sekali yang memanfaatkan semangat tahun baru untuk berolahraga.
Mereka nggak takut kok semangat yang mungkin besok, lusa, atau minggu depan akan memudar. Ya tidak masalah. Yang penting mulai saja dulu. Daripada DNS alias did not start untuk ikut magisnya keramaian 1 Januari. Bukan tidak mungkin, kali ini akan berbeda.
Semangat 1 Januari teman-teman!

Posting Komentar untuk "Mulai Saja Dulu, Semangat Tahun Baru"
Posting Komentar