Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Hobi Merajut Cocok Ditekuni Anak-anak?

hobi merajut untuk anak

Kalau kita ngomongin ngerajut, yang ada di kepala umumnya bayangan nenek-nenek yang tengah merajut sambil duduk di kursi goyang. Lengkap ditemani kucing yang melingkar di kakinya.

Tapi ya hari gini, sejak media sosial menjadi cemilan sejuta umat, ngerajut bisa jadi hobi yang sangat keren di tangan seorang konten kreator. Sekarang ini, ngerajut jadi banyak dilirik orang sebagai hobi yang bikin relax. Segala laki-laki, tua, muda, terlihat mencoba hobi merajut ini. Bahkan dalam drakor Start Up ada tu adegan Nam Do San, si jenius pembuat aplikasi lagi asyik merajut. 

Putri saya, Sasya 12 tahun, pertama kali tertarik sama merajut adalah setelah melihat seorang konten kreator di IG yang bisa merajut. 

“Sepertinya asyik dan mudah,” katanya.

Ia pun jadi tertarik untuk mencobanya juga. Jadi jangan langsung kesel kalau lihat anak-anak seperti berlama-lama dengan sosial media ya. Bukan nggak mungkin, satu dua hal ada yang bisa menjadi inspirasi menarik buat mereka menemukan hobi-hobi baru. 

Ketika dapat uang saku, mulailah ia membeli perlengkapan merajut secara online. Modal awal merajut itu nggak terlalu mahal. Sekitar 50 ribuan saja, Sasya sudah bisa membeli beberapa benang wol dan alat rajutnya. 

Harga benang itu umumnya sekitar 10 ribuan saja. Sempat juga Sasya beli benang besar yang harganya di 20 ribuan. 

Belajarnya cukup dari tutorial di YouTube. Ada cukup banyak situs yang mengajarkan cara merajut langkah demi langkah. Sasya bisa mengikutinya dengan mudah.

tutorial merajut di youtube
Ini adalah beberapa tutorial merajut di Youtube yang dikunjungi Sasya

Alhasil jadilah berbagai macam rajutan. Awalnya sekedar kotak persegi untuk belajar dasar merajut. Lalu mulai belajar buat boneka lebah sederhana, topi, kupluk, tempat pensil, sampai yang terbaru adalah membuat tas mukena strawberry. 

Merajut itu sebenarnya cepat dan tidak banyak menghabiskan waktu. Hanya saja, Sasya tidak melakukannya terus menerus selama berhari-hari. Tapi tergantung mood saja. 

Kalau lagi bosan main HP, dia melanjutkan rajutannya seharian. Besoknya main HP lagi. Lusanya merajut lagi. Hobi-hobi seperti ini memang perlu didukung mood yang asyik.

hasil rajutan Sasya
Beberapa hasil rajutan Sasya hasil berguru di Youtube

Kalau menurut saya, merajut bisa jadi pilihan hobi yang menarik untuk anak-anak. Tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan kemampuan mereka. Apalagi sekarang banyak contoh rajutan yang sesuai dengan minat anak-anak. 

Jadi merajut itu nggak harus buat yang susah-susah seperti sweater atau rompi. Tapi bisa dimulai dari barang-barang sederhana kesukaan anak-anak seperti boneka kecil, tempat pensil, topi, atau pernak-pernik lucu lainnya. Asli gemes juga kalau melihat contoh-contohnya di IG atau Pinterest. 

Walau tutorialnya dari Youtube, tapi selama merajut anak-anak tidak terpaku sama gadget kok. Mereka hanya perlu sesekali saja lihat panduan, setelah itu matanya bisa istirahat dari melihat layar dan kembali asyik merajut dengan tekun. 

Ada unsur ketekunan, ketelitian, sekaligus keindahan dalam merajut itu. Bagaimana? Tertarik untuk mengenalkan hobi merajut untuk anak tercinta?

Koleksi benang rajut Sasya
Koleksi benang rajut Sasya
(400 kata)

Shanty Dewi Arifin
Shanty Dewi Arifin Mama yang sedang semangat belajar menulis demi bisa bayar zakat sendiri.

Posting Komentar untuk "Apakah Hobi Merajut Cocok Ditekuni Anak-anak?"