Apa yang Akan Kita Lakukan Seandainya Bisa Mengulang Hari? Renungan dari Film Before I Fall

February 18, 2018

Awalnya saya nggak terlalu tertarik menonton film time loop kaya gini. Bagaimana seseorang terperangkap dalam hari yang sama dan berulang. Mbosenin banget nggak sih. Walau bisa jadi nggak jauh banget bedanya dengan rutinitas hidup kita. Bangun - urus rumah - main sama anak - main HP - tidur.

Tapi film Before I Fall ini benar-benar menahan saya untuk tidak segera memindahkan channel karena ceritanya yang menggoda. Selain karena si cantik Zoey Deutch yang berperan sebagai Samantha Kingston, seorang anak remaja populer yang mengalami kecelakaan dan terperangkap menjalani hari yang sama berulang-ulang.


Before I Fall diangkat dari novel karya Lauren Oliver yang menjadi New York Times Bestseller. Novel yang pertama kali diterbitkan pada Maret 2010 ini, akhirnya angkat ke layar perak pada 2017. Mengikuti sukses bukunya, film ini pun bisa untuk 3 kali lipat dari biaya produksinya. Wow banget lah.

Credit: Goodreads

Film Before I Fall bercerita tentang apa?


Film ini bercerita tentang suatu hari dalam dalam kehidupan Samantha Kingston. Bagaimana ia bangun pada suatu pagi di Cupid Day, 12 Februari. Berangkat ke sekolah bersama teman-teman cantiknya, bertemu pacar, ngebully orang, pergi ke pesta, lalu kemudian kecelakaan.

Pada hari kedua, Sam masih bingung. Ia merasa seperti mimpi ‘deja vu.’ Baru pada hari berikutnya ia mulai sadar bahwa ia terjebak dalam time loop. Ia pun berusaha mengubah beberapa keputusan, seperti tidak jadi pergi ke pesta untuk menghindari kecelakaan. Tapi ternyata ia tetap saja bangun di hari yang sama. Setipe lah sama filmnya Groundhog Day-nya Bill Murray tahun 1993.

Yang membuat menarik dan tidak membosankan adalah bagaimana Sam berusaha membuat harinya berbeda. Pada suatu hari menghabiskan waktu dengan adiknya. Pada hari yang lain, ia mencoba mengenal lebih dekat temannya.

Sam mengalami yang dikenal dengan 5 stage of grief atau 5 tahapan menghadapi kesedihan. Yaitu menyangkal (denial), marah (anger), negosiasi (bargaining), depresi, dan akhirnya bisa pasrah menerima (acceptance).

Setelah mencoba melakukan beberapa perubahan dan tidak ada hasilnya, Sam mulai marah. Ia mencoba melakukan hal-hal yang paling nakal yang bisa ia lakukan. Mulai dari berpakaian seronok ke sekolah, berkata kasar pada temannya, sampai bercinta dengan temannya. Sayangnya itu nggak membuatnya merasa senang juga.

Namun setiap hari Sam belajar memahami harinya. Hingga ia menemukan apa yang sebenarnya bisa ia lakukan untuk membuat hari itu sempurna. Yaitu untuk membantu dan membahagiakan orang lain.
"If I was going to live the same day over and over, I want it to mean something... and not just to me."  - Samantha, Before I Fall.

Credit: IMDb

Pelajaran dari film Before I Fall

Ini semua kan hanya khayalannya Lauren Oliver, tidak ada orang yang bisa mengulang hari untuk bisa menemukan makna tersembunyi dari hari tersebut. Tapi kisah ini membuat saya jadi merenungi hari-hari saya.

Apakah kita membiarkan hari-hari kita berlalu begitu saja tanpa benar-benar hadir di sana? Melewatkan sejumlah detil yang akan disesali di masa depan? Andai hari kemarin bisa diulang, dibagian yang manakah yang ingin saya perbaiki?

Mungkin itu gunanya kita memiliki renungan harian. Renungan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apa kekeliruan yang perbuat hari ini? Perbaikan apa yang bisa kita lakukan pada keesokan hari?

Kisah ini juga mengajak kita untuk lebih menghargai keluarga. Terkadang karena keasyikan mengerjakan sesuatu kita sering kurang memberikan kehangatan kepada keluarga. Selama ini Sam sering menganggap adik kecilnya hanyalah pengganggu. Setelah ia menghabiskan sejumlah waktu bermain bersama adik kecilnya, ternyata ia menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan itu. Juga bersama ayah dan ibunya.

Di sekolah, Sam yang suka membully tanpa benar-benar tahu alasan mengapa ia harus ikut-ikutan membully, menjadi terbuka matanya setelah orang yang di bully mencoba bunuh diri.

Before I Fall benar-benar sebuah film sederhana yang lumayan membuat kita merenung berhari-hari. Apa kesalahan saya kemarin  yang bisa saya perbaiki di hari esok?


Powered by Blogger.