BELAJAR SENI BERBENAH RUMAH GEMAR RAPI DARI AANG HUDAYA

Rabu, November 07, 2018

Seminar Berbenah Gemar Rapi bersama Aang Hudaya Bandung


Berbenah aja perlu ikut seminarnya?

Eits jangan salah ya. Berbenah itu bisa sangat mempengaruhi hidupmu loh. Nggak jamin kita sudah merasa jagoan berbenah sejak kecil, lantas otomatis menjadikan kita mahir dan efektif dalam berbenah. 

Saya sendiri sebelumnya sudah mengenal dan mempratekkan metoda Konmari yang dikenalkan oleh Marie Kondo sebagai seni beres-beres ala Jepang. 

Saya suka pakai banget sama metode ini. Karena prinsipnya yang sederhana, tapi bisa bikin kepala plong dan rumah enak untuk dilihat. 

Kalau sudah tahu ilmunya, kenapa harus ikut seminar lagi?

Ilmu beres-beres itu bukanlah ilmu sekali jadi. Karena ia menyangkut mental dan kebiaaan orang. Perlu waktu untuk bisa membiasakannya. Untuk itu, saya merasa perlu ketemu dengan komunitas yang punya hobi yang sama untuk beres-beres ini.

Gemar Rapi ini disebut Mas Aang Hudaya sebagai metoda berbenah ala Indonesia. Ilmunya diramu dari metoda Konmari, konsep 5S Jepang, konsep K3 Safety & Healty yang umum diterapkan di pabrik, dan Zero Waste Living (7R).

Gemar Rapi (singkatan dari Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi) sendiri resminya terbentuk pada September 2018. Setelah 1 tahun sebelumnya dikenal sebagai Komunitas Konmari Indonesia. Buat yang kepo kenapa harus ganti, langsung meluncur saja ke sini ya. 


Kenapa sih kita harus berbenah?

Banyak loh orang yang suka dengan segala sesuatu yang berantakan. Terus merasa ada yang salah kalau sesuatu itu rapi pada tempatnya. Apa kamu orang yang seperti itu? Atau termasuk orang yang masih memimpikan punya rumah cantik seperti yang di halaman majalah interior itu?

Mestinya nggak ada ceritanya seorang muslim itu punya hobi menumpuk barang barang. Karena dalam Islam:

 SETIAP BARANG ADA HISABNYA

Kalau buat orang yang beragama Islam, Mas Aang Hudaya langsung kasih hadis dan ayat Qurannya ya. 

Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba sampai ia ditanya…  tentang hartanya, darimana ia peroleh, dan dibelanjakan untuk apa. (HR Tirmidzi no 2417)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara…(diantaranya) idho’atul maal (menggunakannya untuk selain ketaatan kepada Allah Ta’ala atau membelanjakannya secara boros dan berlebihan)” (HR. Bukhori no. 1407)

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih; pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu. (QS At Taubah 34-35)


Jadi siap ya untuk mulai berbenah?

Yup, berbenah itu dimulai dengan mengurangi barang-barang yang tidak benar-benar kita butuhkan. Kebanyakan barang adalah penyebab nomor 1 mengapa rumah berantakan. Penyebab yang lain adalah kebiasaan dan pola asuh, barang yang tidak jelas tempatnya, dan suka menunda. 

Coba siapa yang suka ntar-ntar taruh handuk di tempat jemuran? Taruh piring kotor langsung di sink? Taruh kunci entah dimana?

Kalau kata Mas Aang, salah satu tanda berbenah yang sukses itu kalau kita tahu dimana letak barang-barang kita tanpa mikir. Jangan saat suami nanya kunci motor dimana? Kita harus bongkar-bongkar dulu. Kalau yang ditanya bukan rumah sendiri sih wajar saja nggak tahu letak barang. Tapi kalau rumah sendiri, mestinya tidak ada cerita barang tidak tahu posisinya dimana.

Semua dimulai dari mengurangi barang! Sederhana sebenarnya.

Kebayang nggak betapa efisiennya rumah yang rapi itu?

  • Hemat waktu
  • Hemat tenaga
  • Hemat uang


Saya suka banget cerita Mas Aang mengenai bagaimana ia menjalani harinya. Pagi hari ia hanya memerlukan waktu 1 jam di pagi hari dan ½ jam di malam hari untuk mengurus rumah. Pagi setelah menyalakan rice cooker dan mesin cuci, langsung memasak 15-20 menit. Setelah itu tinggal nyapu sedikit dan mencuci peralatan memasak. Rumah tidak terlalu berantakan karena sebelum tidur sudah dipastikan semua barang sudah berada ditempatnya masing-masing. Istri anak bangun, sarapan pagi sudah siap. 

Malam, cukup setengah jam untuk memastikan semua sudah bersih dan rapi. Sampah pun sudah dibuang keluar rumah.

Duh….kepengen begitu juga…. Sambil membayangkan saya yang hiruk pikuk bangun pagi dengan sink yang penuh piring kotor dan bingung mau masak apa.

Untuk cerita mengenai proses berbenah, ikuti dalam post yang selanjutnya ya. 


#ODOPNovemberChallenge
650 kata, 2 jam

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.