Ketika Bingung Memilih Blogspot atau Wordpress

July 22, 2018
Ketika bingung memilih Wordpress vs Blogspot


Sudah hampir 1 bulan saya tidak menulis 1 postingan pun di blog ini. Payah sekali rasanya. Curiga kemampuan menulis saya pun hilang dan harus mulai dari nol lagi. Menulis itu memang kalau sudah sampai berhenti, mulainya itu malas banget. Kemarin ini kebiasaan menulis sempat ditinggalkan gara-gara anak-anak liburan. Rasanya ada-ada saja kegiatan yang harus dilakukan bersama anak-anak. Jalan-jalan lah, berkunjung ke sana kemari lah, bobo siang bareng lah. Pokoknya menulis tiba-tiba jadi hilang dari jadwal harian. Awalnya ditunda 1 hari, ditunda 1 mingggu, akhirnya jadi keterusan tar - sok, entar - besok. Ah saya memang mama lemah iman yang banyak alasan.

Nah mulai minggu ini, anak-anak sudah masuk sekolah lagi. Dari pagi sampai pk 2 siang. Lumayan nih jadi bisa ada waktu tenang buat bisa benar-benar menulis. Karena otot menulis sudah mulai kaku-kaku, maka saya memilih memulai dengan berlatih free writing dulu. Minimal untuk membiasakan memiliki waktu menulis minimal 45 menit sehari. Setidaknya hari ini sudah 7 hari saya berhasil free writing 45 menit sehari. 

Selain asyik free writing, saya juga nyapu-nyapu blog yang banyak sarang laba-labanya. Duh rasanya ini blog kok ya berantakan banget. Di tambah ada blog buku di sebelah. Rasanya kok ya tidak rapi. Saya sempat baca-baca mengenai Blogger Business Plan yang isinya tentang blue print dari sebuah blog. Setiap blog mestinya punya Blogger Business Plan yang berisi mengenai visi dan misi blog, apa kelebihan kita sebagai blogger, siapa pembaca kita, bagaimana strategi kita dalam ngeblog dan sejenisnya. Saya kira ini menarik juga untuk dipelajari. 

Setelah membuat sekilas Blogger Business Plan, saya jadi kepikiran untuk membuat blog baru. Kalau buat blog baru kira-kira mending di Blogspot atau di Wordpress? Di awal punya blog saya punya Blogspot. Setelah 2 tahun, saya pindah ke Wordpress gratisan dengan alasan lebih mudah membuat menu daripada di Blogspot. Hanya sempat 2 bulan di Wordpress gratisan, saya migrasi ke wordpress.org yang berbayar dan punya domain dot com yang terasa lebih keren itu. 

Di Wordpress.org ternyata saya hanya sanggup 2 tahun karena selain tagihannya yang mencapai 400rb rupiah/tahun di tahun kedua (akan meningkat sesuai kebutuhan kapasitas postingan), saya juga merasa kebingungan dengan blog yang sering error. Mungkin ada plugin yang salah atau apa. Malu juga sudah konsultasi bolak-balik, masih bermasalah aja. Sepertinya blog itu kecanggihan buat mama-mama berdaster seperti diriku.

Setelah itu balik lagi pakai blogspot dan langsung beli domain resmi seharga 160ribu per tahun. Cuma di blogspot ini rasanya kok memang pas-pasan banget dibandingkan dengan wordpress yang penuh kemewahan. Duh emang blogger manjah banget ini sih.

Setelah masing-masing hampir 2 tahun memakai Blogspot dan Wordpress, saya masih belum bisa memutuskan mana yang lebih baik dari kedua platform blog ini. Akhirnya saya tetap memilih melakukan poligami saja dengan keduanya. Blog www.ceritashanty.com dengan platform blogspot untuk postingan yang fokus dengan dunia literasi seperti ilmu-ilmu menulis dan review buku. Dan satu lagi blog www.catatanmamashanty.wordpress.com untuk tulisan tentang keluarga. 

Kelebihan Blogspot yang murah meriah

Serius ya ini jauh sekali dengan dibanding wordpress. Wordpress itu aslinya kalau beli langsung di wordpressnya, harganya 48 dollar/tahun (hampir 700ribu/tahun). Kenapa mahal? Karena di Wordpress kita harus beli webhosting selain domain. Sementara di blogspot, tidak perlu webhosting, cukup dengan beli domain saja per tahun dengan harga yang flat. Hanya 160 ribuan saja kalau langsung di blogspotnya. 

Saya merasa lebih suka membeli domain langsung di blogspotnya saja daripada harus berurusan dengan jasa penjual domain lokal. Walau memang harga dari penjual lokal lebih murah (sekitar Rp 120ribuan). Kalau beli di blogspot langsung caranya kan sangat gampang dan tinggal membayar dengan kartu kredit. Domain akan langsung aktif dengan mengklik link yang diberikan melalui email. Gampang banget lah pokoknya.

Kalau jadi blogger dan tidak punya blog dengan domain sendiri yang modalnya hanya 160ribu/tahun atau 13ribu/bulan atau kurang dari 500 rupiah/hari, rasanya kok ya kurang afdol. Makanya setelah dipikir-pikir, saya tidak akan melepas blog murah meriah ini.

Kelebihan Wordpress yang enakeun banget

Walau mahal melintir, wordpress ini banyak dicintai oleh blogger papan atas yang penghasilannya memang sepadan. Harga wordpress segini, buat mereka masih wajar dengan pemasukan mereka dari blog. Nah yang saya nggak tahu apa pemasukan mereka bisa besar karena murni efek menulis dengan platform wordpress atau karena tulisan mereka memang keren? Jadi misalnya mereka menulis di blogspot pun sebenarnya penghasilan mereka tetap bisa banyak. Saya belum dapat bisikan kalau soal ini. 

Tapi harus diakui menulis postingan di wordpress itu jatuhnya hampir selalu bagus dan enak dibaca. Templatenya sangat menarik denga ukuran font yang pas. Nggak terlalu kekecilan atau kebesaran. Mengaturnya juga lebih mudah. Berbeda dengan di blogspot yang hurufnya sering terasa tidak nyaman. Belum lagi kalau mengcopas tulisan dari word ke dashboard blogspot, tampilannya sering jadi nggak standar. Jadi saya diajarkan untuk sebelum masuk ke dashboard, copas dulu tulisan ke notepad untuk menghilangkan format settingannya. Kalau di wordpress, nggak perlu pusing soal ini. Apapun yang di copas ke badan wordpress, settingannya bisa langsung rapi otomatis. Asli enakeun…
Saya juga suka sekali data word count yang ada di dashboard wordpress. Buat saya yang suka mencatat jumlah kata per post, ini menjadi memudahkan. 

Saya juga suka dengan sharing otomatis yang ada di wordpress. Kita jadi tidak perlu repot memastikan postingan kita tersebar di berbagai sosmed yang kita miliki. Walau sebenarnya saya kurang suka sih dengan settingan otomatis ini. Karena jadi tidak bisa kita atur tulisan mana yang ingin kita share sebagai kata pembuka.

Kenyamanan menulis postingan sangat terasa di wordpress. Dashboardnya jauh lebih nyaman dibanding blogspot yang sederhana. Yang paling asyik itu adalah membuat menu dan widget. Asli for dummies banget deh caranya kalau di wordpress. Cukup dengan membuat categori di bagian setting, selanjutnya tinggal di buat dikeluarkan dibagian menu template masing-masing. Sebenarnya di blogspot memang tidak terlalu susah juga. Selama ditentukan label dari sebuah post, maka itu bisa dijadikan menu. Cuma kalau untuk menu bertingkat dua, saya memang masih harus mikir. Maklum otak mamah-mamah yang rada terbatas.

Kenapa harus punya 2 blog?

Deu…kaya yang rajin nulis aja. Lah blog ini aja dianggurin 1 bulan. Kenapa nggak fokus buat 1 blog aja? Kenapa harus maruk bikin 2 blog?

Setelah 4 tahun ngeblog, kerasa juga sih pengen punya spesialisasi dan nggak pengen terlalu acak-acakan isi blognya. Sepertinya apa yang Carolina Ratri bilang di blognya tentang pentingnya blog berniche itu ada benarnya. Blog yang acak-acakan isinya malah bikin tidak fokus dan bikin kita malah jadi nggak tahu mau menulis apa. Alhasil blognya pada dianggurin. Sementara kalau kita fokus pada tema tertentu, blog menjadi lebih rapi dan membuat kita semakin semangat menulis. 

Saya sendiri sih belum pernah punya blog berniche dengan rapi. Tapi saya sudah pernah punya blog berantakan yang memang bikin jadi malas menulisnya. Jadi apa ruginya kalau kita mencoba teorinya mastah perbloggeran Indonesia ini dengan membuat blog yang punya nische tertentu saja. Mari kita buktikan!

Teman-teman sendiri apa memiliki blog dengan niche tertentu atau gado-gado? Suka Blogspot atau Wordpress? Mau dong dibisikin ceritanya sambil sekalian bisa mengantarkan saya main-main ke blog teman-teman.

5 comments:

  1. Saya ga punya blog di Blogspot teh tapi pernah beberapa kali bantuin utak-atik template-nya. Soal ukuran font di theme blogspot sebenarnya bisa diubah, tapi mesti ngerti CSS, hehe. Saya juga kurang suka dengan dashboard Blogspot yang jadul banget. Sekarang bikin blog pake WordPress karena udah terlanjur beli hostingan dr lama, nyesel kenapa ga dimanfaatkan dr dulu, heuheu.

    ReplyDelete
  2. Kalau niche kayaknya campur-campur teh punyaku ����
    Suka wordpress teh, lebih enak aja gitu kalau blogwalking hehe..
    sekarang ada fitur saved gitu (gak tahu ini fitur lama atau bukan, tapi baru nyadar baru-baru ini��), jadi bisa ngesaved tulisan orang yang bagus.

    Teh kalau beli domain di wp kalau misalnya berhenti bayar, otomatis jadi domain asal (xxx.wp.com)? Atau blognya ngilang?

    Soalnya katanya kalau blog yang self hosting gitu kalau gak diurus blognya mati kalau gak aktif. Makanya pernah ada bloger yang udah meninggal blognya gak bisa diakses.
    Masih awam sih aku teh hosting ama domain beda yaa?

    Soalnya rencananya, kalau aku mati nanti pengennya blogku masih bisa diakses, makanya sampe sekarang gak beli domain ��

    ReplyDelete
  3. Teh Shanty, saya punya blog di dua platform blogspot dan WordPress. Mungkin karena ngeBlog nya masih ya...panas-panas singkong goreng hehehe jadi ya belum bisa benar-benar perhatikan.
    Teteh Shanty update kedua blog ini pake laptop/PC atau hp?
    Waktu awal pakai WordPress di hp saya agak kesulitan tapi pakai blogspot lebih mudah. Jadi saya lebih senang pakai blogspot hehehe...karena masih agak sulit buka laptop.
    Dan satu lagi, sepertinya tampilan WordPress lebih serius hehehe...yah...mungkin karena saya saja yang belum serius blogging kali ya?
    😊

    ReplyDelete
  4. Punyaku masih gado-gado Teh, karena memang lagi fokus belajar nulis, ingin belajar konsisten menulis setiap hari. Tapi iya saya sepakat, memang harus punya niche tertentu biar tidak terlalu bingung mau nulis apa. Terimakasih sharingnya Teh..

    ReplyDelete
  5. Halo mba...salam kenal...
    Blog saya msh gado-gado nih #tutupmuka
    Msh blm konsisten juga nulisnya...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.